⌂ Beranda News Telkomsat Jajaki Teknologi Direct-to-Device untuk Ponsel Terhubung Satelit

Telkomsat Jajaki Teknologi Direct-to-Device untuk Ponsel Terhubung Satelit

Telkomsat Jajaki Teknologi Direct-to-Device untuk Ponsel Terhubung Satelit
Ilustrasi: Telkomsat Jajaki Teknologi Direct-to-Device untuk Ponsel Terhubung Satelit
A A Ukuran Teks16px

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) tengah mempersiapkan diri untuk era konektivitas satelit generasi baru.

Perusahaan ini telah menjalin kerja sama strategis dengan UNIVITY untuk menjajaki pemanfaatan teknologi Very Low Earth Orbit (VLEO) dan layanan Direct-to-Device (D2D) di Indonesia.

>>> Jadwal Lengkap EWC 2026: Mobile Legends Mulai Pertengahan Juli

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengeksplorasi berbagai solusi konektivitas berbasis satelit untuk memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K Widiawan, menyatakan bahwa kebutuhan konektivitas di Indonesia terus berkembang, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan terestrial.

Melalui kerja sama ini, Telkomsat dan UNIVITY akan mengkaji pemanfaatan arsitektur satelit VLEO yang beroperasi pada orbit sangat rendah.

Mereka juga akan mengevaluasi peluang menghadirkan layanan Direct-to-Device, yang memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit tanpa bergantung pada menara BTS.

Selain itu, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan jaringan hybrid multi-orbit. Model ini akan mengombinasikan satelit geostasioner (GEO) milik Telkomsat dengan konstelasi VLEO yang dikembangkan UNIVITY.

>>> Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia

Model jaringan tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih tangguh, adaptif, dan memiliki latensi lebih rendah dibandingkan arsitektur satelit konvensional.

Solusi ini diproyeksikan mendukung berbagai kebutuhan strategis nasional, mulai dari layanan publik hingga aplikasi keamanan negara.

Telkomsat dan UNIVITY juga akan mengkaji pemanfaatan infrastruktur stasiun bumi di Indonesia. Hal ini penting untuk memperkuat kedaulatan konektivitas nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi satelit global.

Founder dan CEO UNIVITY, Charles Delfieux, menilai Indonesia sebagai pasar konektivitas yang potensial karena tantangan geografisnya yang unik dan peluang besar bagi integrasi jaringan terestrial serta berbasis antariksa.

Telkomsat saat ini memiliki aset satelit, infrastruktur stasiun bumi, serta kapabilitas integrasi jaringan.

>>> Sorloth Ungkap Alasan Tak Umpan ke Haaland Lawan Inggris

Sementara itu, UNIVITY mengembangkan konstelasi satelit VLEO yang memanfaatkan spektrum 5G untuk konektivitas berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM