⌂ Beranda News Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Data Center Amazon di Bahrain

Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Data Center Amazon di Bahrain

Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Data Center Amazon di Bahrain
Ilustrasi: Otoritas Pelindungan Data Pribadi Segera Dibentuk Independen
A A Ukuran Teks16px

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal jelajah yang menargetkan infrastruktur data center Amazon di Bahrain.

IRGC menyebut serangan itu menghancurkan fasilitas tersebut. Namun, Amazon, Amerika Serikat, dan pejabat Bahrain belum memberikan konfirmasi resmi.

>>> Alasan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Jadi Standar Baru Desain Premium

Aerospace Force IRGC menyatakan fasilitas yang disasar adalah infrastruktur data center Amazon di Bahrain. Media pemerintah Iran mengumumkan kabar itu pada Selasa (21/7).

Mereka menambahkan bahwa sistem pertahanan udara dan instalasi radar milik AS di kawasan Muharraq dan Riffa, Bahrain, juga menjadi sasaran.

Aksi Balasan atas Serangan Fasilitas Nuklir

Pemerintah Iran beralasan operasi militer ini merupakan langkah balasan atas serangan AS terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin yang masih dibangun di barat daya Iran.

Pasukan AS telah melakukan serangan rutin setiap malam di berbagai wilayah Iran sejak konflik memanas awal bulan ini.

Teheran merespons dengan membidik fasilitas militer dan situs terafiliasi AS di kawasan Teluk.

Hingga kini, belum ada bukti independen yang membenarkan klaim IRGC. Amazon memilih tidak berkomentar, sementara pejabat Bahrain dan AS juga bungkam.

>>> Garnacho Ingin Bangkit Bersama Aston Villa

Pemantauan dasbor kesehatan publik Amazon Web Services (AWS) menunjukkan wilayah Timur Tengah atau Bahrain (kode me-south-1) saat ini tidak tersedia.

Namun, hal itu tidak langsung membuktikan serangan pada Selasa benar-benar terjadi.

Wilayah tersebut telah berstatus offline selama berbulan-bulan akibat rentetan serangan sebelumnya. Pembaruan publik terakhir dari AWS terkait situasi itu diunggah pada 30 April lalu.

Sebelumnya, Iran menegaskan perusahaan teknologi AS dianggap sebagai target potensial. Pada April, IRGC sempat mengancam sejumlah perusahaan teknologi AS karena dituduh mendukung operasi militer terhadap Iran.

Beberapa perusahaan yang masuk daftar ancaman meliputi Nvidia, Microsoft, Intel, Apple, Google, Meta, dan Oracle. Karyawan diimbau mengevakuasi tempat kerja.

Beberapa hari setelahnya, Iran juga mengancam akan menyerang data center AI Stargate UAE senilai 30 miliar dolar AS di Abu Dhabi.

>>> Shin Tae-yong Dilarang Melatih di Korea Selatan Selama 10 Tahun

Fasilitas berkapasitas 1GW itu didukung OpenAI, Oracle, Nvidia, Cisco, G42, dan SoftBank.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM