Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan rotasi pimpinan di Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru.
Jabatan ini sebelumnya diisi oleh Aju Widya Sari, kini dipercayakan kepada Said Mirza Pahlevi.
>>> Emil Audero Berpeluang Pindah dari Como, Monza Tertarik
Said Mirza Pahlevi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komdigi. Pergantian ini merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menekankan bahwa kepemimpinan baru di unit strategis harus mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menambahkan, pejabat yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan Komdigi.
Pengukuran keberhasilan tidak hanya berdasarkan program yang berjalan, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan kemudahan dan manfaat yang lebih nyata.
Ismail menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya sebatas pembangunan teknologi, tetapi juga bagaimana pemerintah menyajikan pengalaman pelayanan yang lebih sederhana, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha.
Selain Said Mirza Pahlevi, pelantikan juga dilakukan terhadap Gunawan Hutagalung sebagai Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Aju Widya Sari sebagai Direktur Layanan Ekosistem Digital, Rhina Anita Ernita M.
>>> Nova Widianto Tinggalkan Malaysia, Kans Kembali ke PBSI Terbuka Lebar
sebagai Sekretaris Komisi Penyiaran Indonesia, dan Umri sebagai Direktur Pos dan Penyiaran.
Dalam arahannya, Ismail menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai instrumen untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, mempercepat birokrasi, dan meningkatkan akurasi pelayanan publik.
Pengembangan AI harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik, industri, dan masyarakat luas.
Hal ini perlu berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem digital yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Ismail berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menjawab tantangan pembangunan melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan.
>>> Hypernet Luncurkan Whooz, Solusi IT Terpadu untuk Pebisnis SME
Pengisian jabatan strategis ini merupakan upaya Komdigi untuk memperkuat organisasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
