Pemerintah Indonesia mulai mengadopsi strategi baru dalam upaya pemerataan akses internet. Pendekatan pembangunan konektivitas tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS).
Kini, pemerintah akan menyesuaikan teknologi yang digunakan dengan karakteristik geografis dan kebutuhan setiap wilayah.
>>> Kiatisuk Senamuang: Thailand Tak Wajib Juara Piala AFF 2026
Tujuannya agar layanan internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah yang sulit diakses.
Paduan Berbagai Teknologi
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa pembangunan jaringan ke depan akan memadukan berbagai teknologi.
Teknologi yang akan digunakan meliputi BTS, fiber optik, satelit, hingga moda telekomunikasi lainnya.
Pendekatan ini diharapkan lebih efektif dalam menjangkau wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses internet. "Kita coba petakan mana yang prioritas.
Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," ujar Nezar.
Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pemilihan teknologi harus disesuaikan untuk mencapai hasil optimal.
>>> Sah! Yan Diomande Resmi Bergabung dengan Real Madrid
Contohnya di Kalimantan Timur, yang telah memiliki tingkat konektivitas 95,5 persen. Dari 841 desa, 803 desa sudah terlayani jaringan telekomunikasi.
Namun, masih ada 269 titik blankspot yang perlu segera ditangani.
Penyelesaian titik blankspot ini akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI Kominfo, dan operator telekomunikasi. Nezar menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghalangi pemerataan akses digital.
Sinergi antar pemangku kepentingan dinilai krusial untuk mempercepat pembangunan jaringan di wilayah yang belum terlayani atau memiliki kualitas sinyal rendah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menambahkan bahwa pemerintah provinsi juga menerapkan strategi serupa.
Mereka mengombinasikan teknologi seperti VSAT dan satelit untuk menjangkau desa-desa yang sulit diakses.
>>> Ambisi AI Elon Musk Picu Kekhawatiran Investor, Saham SpaceX Anjlok
Ririn menegaskan bahwa percepatan pemerataan konektivitas masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui sinkronisasi data, penguatan kebijakan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
