Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Indonesia Game Rating System (IGRS) dapat kembali diaktifkan pada tahun 2026.
Namun, tanggal pasti reaktivasi belum ditetapkan karena proses evaluasi yang masih berlangsung.
>>> Piala AFF 2026: Thailand vs Singapura, Vietnam vs Malaysia di Semifinal
Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Komdigi, Tita Ayuditya Surya, menyatakan bahwa evaluasi IGRS mencakup aspek sistem teknis dan kebijakan.
Tita menyebutkan bahwa target reaktivasi IGRS adalah pada tahun ini, namun ia belum bisa menyampaikan timeline yang pasti.
Evaluasi Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Proses evaluasi IGRS sejak awal melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri game, asosiasi, komunitas, dan perwakilan orang tua.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta Kementerian Ekonomi Kreatif.
Pelibatan banyak pihak ini penting mengingat IGRS berfungsi memberikan klasifikasi usia terhadap game yang beredar di Indonesia.
Sistem ini menjadi acuan bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengetahui kesesuaian game berdasarkan kelompok usia.
>>> Piala Presiden 2026: Arena Pembuktian Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
Sebelumnya, pada April 2026, Komdigi memutuskan menunda sementara proses rating melalui IGRS.
Penundaan ini menyertai investigasi terhadap sistem IGRS yang sempat disorot karena dinilai tidak tepat dalam memberikan klasifikasi game.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, kala itu mengatakan penundaan bertujuan memperkuat sistem rating game nasional agar lebih kredibel dan terpercaya.
Sonny tidak merinci durasi investigasi, namun Komdigi berjanji memberikan perkembangan evaluasi secara berkala kepada publik.
Penghentian sementara IGRS dilakukan berdasarkan arahan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Meskipun proses rating dihentikan sementara, Komdigi menegaskan bahwa game yang sudah beroperasi di Indonesia tetap dapat dimainkan dan tidak ada yang diblokir.
>>> Modernisasi Workflow dengan AI Bisa Tingkatkan Laba Jutaan Dolar
Investigasi tidak hanya berfokus pada persoalan teknis, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap sistem, proses, hingga tata kelola IGRS.
