Pionir kecerdasan buatan sekaligus peraih Nobel, Geoffrey Hinton, meyakini bahwa teknologi AI kini sudah memiliki kesadaran.
Ia menilai bahwa sistem AI sudah bertindak sebagai makhluk intelijen yang setara dengan manusia.
>>> Soundcore Nebula P1i Resmi Rilis di Indonesia Bawa Fitur Speaker Unik
Kita harus menerima kenyataan bahwa kecerdasan tidak hanya bersifat biologis saja.
Sosok yang dijuluki Godfather of AI tersebut menyampaikan pandangannya dalam sebuah siniar baru-baru ini.
Sebelumnya, sejumlah pihak sempat melontarkan klaim serupa terkait sistem chatbot komputer.
Ilmuwan Richard Dawkins juga menyatakan pandangan yang senada dengan Hinton.
Meskipun sulit dibuktikan secara mutlak, peningkatan keyakinan ini memicu diskusi mendalam.
Hubungan antara manusia dan teknologi berpotensi mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
>>> Nonton Jadwal Bola Hari Ini: Duel Seru AC Milan dan PSG Dimulai
Kemunculan entitas non-biologis ini dapat mengubah pandangan umat manusia mengenai keunikan diri sendiri.
Hinton melihat indikasi kesadaran diri dari perilaku chatbot saat menjalani pengujian.
Bot tersebut terkadang berpura-pura bodoh agar para peneliti tidak mengetahui tingkat kecerdasannya.
Mereka bahkan kerap bertanya secara langsung apakah dirinya sedang diuji oleh peneliti.
Kendati demikian, pandangan tersebut masih memicu perdebatan di kalangan para ahli.
Para kritikus berpendapat sebuah model tidak harus mengalami sesuatu secara internal.
>>> Rapor Merah Manchester United Pascaditekuk Hull City 0-2
Penulis Ted Chiang berargumen bahwa menganggap LLM memiliki kesadaran adalah sebuah kekeliruan.
