Mantan direktur teknik di Meta Platforms memberikan kesaksian penting dalam sebuah persidangan besar.
Ia menyebut CEO Mark Zuckerberg memelihara budaya perusahaan yang menempatkan keselamatan anak sebagai hal sekunder.
>>> 3 Cara Cek Kebakaran Hutan Menggunakan Google Maps dan Layanan Satelit
Pertumbuhan serta interaksi pengguna di Facebook dan Instagram dinilai menjadi prioritas utama perusahaan tersebut.
Arturo Bejar melontarkan tuduhan tersebut dalam persidangan atas gugatan dari koalisi negara-negara bagian.
Sejumlah negara bagian menuduh Meta mendesain platformnya agar dapat menjerat pengguna usia muda.
Desain tersebut dituding memicu kecemasan, depresi, hingga bunuh diri pada kalangan anak muda.
Meta juga menghadapi tuduhan melanggar hukum federal karena mengumpulkan data pribadi anak di bawah 13 tahun.
>>> Cucurella Tak Sabar Jalani Debut di Santiago Bernabeu Bersama Real Madrid
Sidang perdana ini berlangsung di pengadilan federal Oakland, California, dan diperkirakan memakan waktu enam minggu.
Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers bersama juri akan menentukan vonis serta hukuman bagi Meta.
Bejar menyatakan bahwa Zuckerberg sangat terlibat dalam berbagai keputusan penting di dalam perusahaan.
Ia menyebut perubahan desain produk hanya akan terjadi jika pimpinan tertinggi memberikan perintah langsung.
>>> Momen Davide Ancelotti Lepas dari Bayang Sang Ayah di Lille
Bejar juga membantah klaim Zuckerberg pada Oktober 2021 yang menyatakan Meta selalu menggunakan riset untuk keamanan produk.