Tim penyelamat internasional berpacu menemukan puluhan pekerja yang terperangkap di terowongan pembangkit listrik tenaga air di Nepal.
Fasilitas tersebut terkubur oleh lumpur tebal menyusul bencana banjir bandang yang terjadi pada pekan lalu.
>>> Interpol Sikat Geng Penjahat Siber Afrika Lewat Operasi Global Jackal IV
Setidaknya 933 pekerja dilaporkan hilang di berbagai proyek PLTA yang membentang di sepanjang aliran sungai Trishuli.
Kondisi di dalam terowongan belum dapat dipastikan secara jelas mengenai jumlah pekerja yang masih bertahan hidup.
Operasi pencarian menghadapi kendala berat akibat cuaca buruk, timbunan lumpur, serta hancurnya akses jalan.
Tantangan Evakuasi di Bawah Tanah
Proyek PLTA Trishuli 3A menjadi salah satu titik fokus operasi setelah 42 orang dilaporkan hilang di lokasi tersebut.
Tim gabungan melakukan pengeboran terowongan yang mengarah langsung ke ruang mesin bawah tanah.
>>> Klasemen Liga Italia Terbaru: AS Roma Ambil Alih Puncak Salip Inter Milan
Ahli geologi Australia, Arnold Dix, menyebutkan tingkat kepenuhan lumpur dan air di dalam terowongan masih belum pasti.
Potensi risiko bertambah karena ruang turbin berisiko terendam air jika sistem pemadaman darurat gagal bekerja.
Pihak berwenang mencatat sebanyak 27 PLTA mengalami kerusakan di wilayah Nepal dengan sekitar 12 unit hampir hancur total.
Insinyur lokal bersama tentara Nepal, kepolisian, serta spesialis dari India dan China dikerahkan ke lokasi.
Mereka memanfaatkan kamera termal pada drone dan mengebor bagian atas terowongan untuk menyalurkan bantuan.
>>> Karier di Trabzonspor Buat Mohamed Salah Jadi Nama Jalan Turki
Sebanyak 279 pekerja sejauh ini berhasil diselamatkan atau keluar dari terowongan yang dipenuhi lumpur.