Penelitian lain menemukan tubuh manusia memberikan respons fisiologis yang lebih kuat terhadap berita negatif.
Tubuh sering bereaksi terhadap ancaman sebelum otak memutuskan relevansi informasi tersebut.
Para peneliti mengenalkan istilah Problematic News Consumption (PNC), yaitu pola konsumsi berita yang menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi ini ditandai dengan keterikatan berlebihan pada berita, kesulitan mengendalikan konsumsi informasi, serta dampak buruk terhadap kesejahteraan psikologis.
Sebanyak 17 persen orang dewasa di Amerika Serikat masuk kategori PNC tingkat berat berdasarkan studi tahun 2022 yang dikutip Jasemi.
Dari kelompok tersebut, 61 persen melaporkan kondisi kesehatan yang buruk atau merasa tidak sehat. Sebaliknya, hanya enam persen dari kelompok tanpa PNC yang melaporkan kondisi serupa.
Solusi terhadap kelelahan akibat berita bukanlah berhenti mengikuti informasi sama sekali. Masyarakat tetap membutuhkan informasi akurat untuk mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam kehidupan demokratis.
Hal yang perlu diatur adalah cara mengonsumsi berita. Jasemi menyarankan masyarakat membatasi waktu khusus untuk membaca berita agar tidak terus terpapar sepanjang hari.
Penting juga membedakan antara informasi dan tindakan. Kesenjangan antara mengetahui masalah dan merasa mampu berbuat sesuatu menjadi pemicu tekanan psikologis terbesar.
Fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan dapat membantu mengurangi rasa tidak berdaya saat mengikuti perkembangan berita.
Masyarakat juga perlu lebih waspada terhadap rage bait, yaitu konten yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan demi meningkatkan keterlibatan pengguna di media sosial.
>>> Polri Mediasi Sengketa PT Kerta Gaya Pusaka, Sepakat Bayar Rp10 Miliar
"Berita tidak akan menjadi lebih ringan. Namun hubungan kita dengan berita bisa menjadi lebih disengaja," tulis Jasemi.