Ali juga menyarankan pentingnya edukasi pemilahan limbah rumah tangga secara masif, pengawasan konsisten, pelaksanaan inspeksi berkala, percepatan fasilitas pengolahan modern, hingga skema insentif dan sanksi tegas.
"Melakukan inspeksi rutin dan pembersihan di sungai-sungai yang menuju Muara Angke dan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern," kata Ali Lubis.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa penanganan pembersihan daratan sampah di pesisir Jakarta Utara tersebut memerlukan waktu hingga empat hari kerja agar tuntas.
"Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah.
Dan sekarang ini terus terang sudah dibersihkan dan memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu," kata Pramono Anung saat diwawancarai wartawan pada Minggu (7/6).
Pramono memaparkan bahwa pengendapan yang telah berlangsung lama ini bersumber dari limbah domestik yang mengalir melalui belasan aliran sungai menuju muara.
"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke.
Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama," jelas Pramono Anung.
Pramono bersyukur limbah tersebut tidak sampai hanyut hingga ke wilayah Kepulauan Seribu dan berkomitmen untuk menginstruksikan pembersihan secara berkala.
>>> Disdik Jabar Klarifikasi Perubahan Skor Prestasi SPMB Sekolah Maung
"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan," ucap Pramono Anung.