⌂ Beranda News Mekanik Bengkel Beberkan Cara Mengatasi Masalah Baterai Motor Listrik

Mekanik Bengkel Beberkan Cara Mengatasi Masalah Baterai Motor Listrik

Mekanik Bengkel Beberkan Cara Mengatasi Masalah Baterai Motor Listrik
Mekanik membongkar paket baterai motor listrik untuk pemeriksaan sel
A A Ukuran Teks16px

Ketidakseimbangan tegangan antar sel atau cell imbalance pada baterai lithium-ion sepeda motor listrik dapat menurunkan performa kendaraan. Masalah ini juga mengurangi jarak tempuh dan mengganggu proses pengisian daya.

Penanganan terhadap kendala ini memerlukan pembongkaran paket baterai. Setiap sel harus diperiksa secara menyeluruh.

>>> BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami Dahsyat

Langkah Penanganan Cell Imbalance

Pemilik bengkel spesialis sepeda motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, Abdulah, memaparkan langkah awal penanganan masalah ini.

Proses dimulai dengan membuka kemasan pelindung baterai.

"Prosesnya pasti pertama kita bongkar dari pack baterainya. Pack baterainya kita bongkar, kemudian kita melakukan pengecekan sel satu per satu," kata Abdulah.

Pemeriksaan mendetail tersebut mencakup pengukuran parameter kelistrikan di dalam setiap komponen sel baterai. "Voltasenya harus rata semua, kapasitasnya juga harus rata semua," ujar Abdulah.

Proses penyamaan atau balancing ini mendesak dilakukan agar seluruh sel memiliki parameter yang seragam. Hal ini untuk menghindari pembatasan performa oleh Battery Management System (BMS).

>>> Microsoft Kembangkan Superintelligence Mandiri Setelah Lepas dari Batasan OpenAI

"Jadi biasanya setelah kita bongkar, akan ketahuan apakah ada yang tidak balance. Pertama, kita lakukan balancing dulu, meratakan voltase dan kapasitasnya," kata Abdulah.

Setelah penyelarasan selesai, pengujian ulang dilakukan dengan melakukan pengosongan daya total. Baterai kemudian diisi kembali hingga kapasitas maksimum.

"Setelah itu, kita drain sampai nol, lalu kita isi penuh lagi sampai full. Jadi semuanya kembali rata.

Biasanya seperti itu," ujar Abdulah.

Faktor pemicu ketidakseimbangan sel ini bervariasi.

>>> Rupiah dan IHSG Tertekan, Pengusaha Kawasan Industri Minta Reformasi Struktural

Mulai dari toleransi kapasitas bawaan pabrik, usia pakai kendaraan, hingga kebiasaan buruk membiarkan baterai kosong terlalu lama atau mengisi daya saat kondisi panas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru