Keterpurukan IHSG sejalan dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.55 WIB, rupiah melemah 151 poin (0,84 persen) ke level Rp 18.187 per dollar AS.
Mata uang Indonesia semakin mendekati batas psikologis baru di angka Rp 18.200 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan kemerosotan rupiah disebabkan perpaduan sentimen negatif domestik dan internasional.
Faktor luar negeri dipengaruhi dominasi dollar AS yang menguat sejak Jumat malam, dipicu ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, mendorong investor memburu aset aman (safe haven).
Rupiah diperkirakan bergerak melemah di kisaran Rp 18.100-18.250 per dollar AS.
Sentimen negatif ini juga melanda pasar modal Asia yang kompak memerah.
Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 4,28 persen ke posisi 63.736,81, indeks KOSPI Korea Selatan terjun bebas 6,68 persen menjadi 7.615,18.
Di China, indeks SSE Composite melemah 1,69 persen ke level 3.959,55.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,33 persen ke posisi 24.630,70, dan indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen ke angka 8.625,10.
>>> Saham Telkom Anjlok 11,96% Jelang Rapat Umum Pemegang Saham
Ketidakpastian global yang melonjak membuat pelaku pasar cenderung defensif dan mengurangi porsi investasi pada aset berisiko.