⌂ Beranda News Bengkel Spesialis: Sel Baterai Motor Listrik Bekas Simpan Racun Kimia

Bengkel Spesialis: Sel Baterai Motor Listrik Bekas Simpan Racun Kimia

Bengkel Spesialis: Sel Baterai Motor Listrik Bekas Simpan Racun Kimia
Ilustrasi sel baterai motor listrik bekas
A A Ukuran Teks16px

Pertumbuhan populasi motor listrik di Indonesia turut mendorong kemunculan bengkel spesialis perbaikan kendaraan ramah lingkungan ini.

Berbeda dengan motor konvensional, motor listrik memiliki komponen yang lebih sederhana, dengan baterai menjadi sektor yang paling sering bermasalah.

>>> XLSmart Bravo 500 Summit 2026: Dorong Transformasi Digital Nasional

Limbah baterai motor listrik bekas ternyata menyimpan risiko lingkungan yang tidak terduga.

Uga, seorang teknisi dari bengkel spesialis Bogor Electric Motion (BEMo), menjelaskan bahwa sel baterai yang sudah rusak atau mati tidak lagi berisiko meledak karena tegangan dan arusnya sudah hilang.

Ancaman terbesar justru berasal dari material kimia di dalam sel baterai, seperti fosfor dan alkalin.

Jika penanganan limbahnya keliru, zat-zat beracun ini dapat merusak tanah dan membuatnya tidak subur.

>>> Ratusan Anjing Pemburu Diamankan Polres Bogor Pasca Serangan Tewaskan Bocah

Meskipun demikian, tidak semua sel baterai yang diganti dalam proses servis benar-benar mati total.

Mekanik biasanya melakukan pemilahan untuk memisahkan sel yang masih memiliki kapasitas simpan daya yang baik.

Sel baterai bekas yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan internal bengkel, seperti pembelajaran atau pengujian unit kendaraan.

Bahkan, sel baterai bekas yang lolos kontrol kualitas bisa menjadi solusi bagi pemilik motor listrik dengan keterbatasan dana.

>>> Kemendag Perluas Kerja Sama Ekonomi dengan Afrika Sub-Sahara

Namun, Uga menekankan bahwa penggunaan baterai bekas untuk konsumen tetap harus melalui proses kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan keamanannya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru