Presiden Cina Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Pyongyang, Korea Utara, pada Senin (08/06) untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyalurkan bantuan ekonomi serta politik.
Ini merupakan lawatan perdana Xi ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir.
>>> Prabowo Terima Surat Kepercayaan Delapan Dubes di Istana
Pertemuan tatap muka dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un ini menjadi yang pertama sejak September 2025.
Sejumlah pengamat internasional menilai kunjungan ini krusial bagi stabilitas regional, terutama mengingat kedua negara menghadapi tekanan geopolitik dari Amerika Serikat.
"Kunjungan Xi akan berimplikasi pada hubungan Cina dan Korea Utara," ujar Leif-Eric Easley, profesor di Universitas Ewha, Seoul.
Langkah diplomatik ini dilakukan setelah Xi menyelesaikan dialog intensif dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing.
Kwak Gil Sup, Kepala One Korea Center, menambahkan bahwa pergerakan Beijing ini menegaskan kepemimpinan Cina di Asia Timur Laut di tengah persaingan global.
>>> KPK Sita Aset Kripto Rp 1,2 Miliar Terkait Kasus Pemerasan Mantan Wamen Imigrasi
Ia juga menyebut Korea Utara perlu menyelaraskan diri dengan Cina, tidak hanya bergantung pada Rusia.
Di sisi lain, Korea Utara berfokus pada pemantapan kapabilitas militer dan fasilitas baru untuk produksi senjata pemusnah massal.
Profesor hubungan internasional DePaul University, Minseon Ku, berpendapat bahwa Beijing kemungkinan telah menerima Korea Utara sebagai negara nuklir dan akan mengutamakan stabilitas.
Menjelang kedatangan delegasi Cina, Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un dan pejabat senior Korea Utara, menegaskan sikap pertahanan negara yang tidak bisa ditarik mundur.
>>> Huawei: Sanksi AS Percepat Kemandirian Teknologi Chip China
Korea Utara saat ini masih menutup ruang negosiasi dengan Washington dan Seoul, serta mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan teknologi senjata nuklir.