"Kalau saya melihat, hari ini ada RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025.
Jadi ada kecenderungan market untuk bersikap prudent atau mengamankan posisi selagi menunggu ketetapan resmi mengenai misalnya porsi kepastian dividen.
Dividen ini yang menarik, kemudian juga berkaitan dengan perombakan pengurus," papar Nafan Aji Gusta.
Di luar agenda rutin tersebut, TLKM sebenarnya telah mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi anggaran maksimal Rp 4 triliun.
Program stabilisasi harga ini direncanakan berjalan mulai 9 Juni 2026 hingga Juni 2027 setelah mengantongi persetujuan resmi dari para pemegang saham dalam forum RUPS.
"Kalau memang sudah direstui, rencananya akan dieksekusi mulai besok, 9 Juni 2026, hingga Juni 2027. Setahu saya seperti itu," pungkas Nafan Aji Gusta.
Belum mulainya eksekusi dana buyback pada sesi perdagangan hari ini membuat fluktuasi harga sepenuhnya bergantung pada dinamika penawaran dan permintaan di bursa.
Tingginya volume penjualan di seluruh pasar modal secara otomatis langsung memberikan dampak instan pada pergerakan harga saham perusahaan.
"Karena buyback memang wajar belum dilakukan pada perdagangan hari ini.
>>> Alfamart Gelar Promo Hemat Mulai 1 Juni 2026
Jadi pergerakan sahamnya sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar yang saat ini sedang mengalami tekanan jual yang cukup tinggi," lanjut Nafan Aji Gusta.