Meta resmi meluncurkan Meta Business Agent, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu operasional bisnis.
Fitur ini diumumkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah acara di London, Inggris, pada Rabu (3/6/2026).
>>> Polri Tindak Tegas Pemilik Kendaraan yang Modifikasi Pelat Nomor
Asisten virtual ini dirancang untuk bekerja penuh selama 24 jam.
Fungsinya mencakup menjawab pertanyaan pelanggan, merekomendasikan produk dari katalog, menyaring calon pelanggan potensial, mengintegrasikan jadwal janji temu, hingga memproses transaksi penjualan.
Kemampuan dan Jangkauan Global
Sistem ini memiliki kemampuan memahami konteks percakapan secara mendalam dibandingkan chatbot konvensional. Setiap pagi, asisten ini menyediakan ringkasan pesan masuk bagi pemilik usaha.
Sebelum peluncuran global, uji coba versi awal telah diterapkan di India, Brasil, dan Meksiko. Lebih dari satu juta bisnis telah menggunakan fitur ini di platform WhatsApp dan Messenger.
>>> Saham Telkom Anjlok Sentuh Batas Auto Reject Bawah
Meta kini memperluas jangkauan aktivasi fitur ke seluruh dunia menggunakan bahasa lokal.
Perusahaan juga menyediakan ekosistem Meta Business Agent Platform untuk integrasi dengan layanan pihak ketiga seperti Shopify, Zendesk, hingga Shopee.
Layanan asisten AI ini masih dapat diakses secara gratis oleh para pelaku usaha.
Namun, Meta mengonfirmasi skema tersebut akan beralih ke model berlangganan berbayar melalui program Meta One dalam beberapa bulan mendatang.
>>> BEI Perkuat Likuiditas Pasar Saham Lewat Program Liquidity Provider
Langkah transisi ke model berbayar ini menjadi strategi baru Meta dalam memperluas sumber pendapatan. Selama ini, sektor iklan digital menyumbang sekitar 98 persen dari total pendapatan perusahaan.