Kita ini siapa?" tanya jaksa KPK Takdir.
"Saya ada, Sisprian ada, Pak Gatot Heru ada," jawab Rizal.
"Djaka ada?" tanya jaksa.
"Pak Djaka ada," jawab Rizal.
"Siapa yang punya inisiasi pertemuannya dilakukan di hotel?" tanya jaksa.
"Jadi itu saya dan tim lah sama anggota," jawab Rizal.
"Kenapa tempatnya mesti di hotel?" tanya jaksa.
>>> Danantara Tunda Laporan Keuangan Imbas Konsolidasi BUMN Belum Rampung
"Memang latar belakangnya karena ini kan importir umum ya, mereka ini importir umum, salah satu dari importir umum," jawab Rizal.
"Dan memang punya IBT, berisiko tinggi?" tanya jaksa.
"Berisiko tinggi, betul. Betul Pak Jaksa.
IBT. Sehingga tidak bisa kita lakukan pertemuan secara terbuka.
Secara terbuka maksudnya kita undang ramai-ramai ke kantor itu tidak bisa ya, tidak bisa seperti itu karena begini pada saat itu memang ada peralihan.
Mohon izin Pak Jaksa," jawab Rizal.
"Jadi beliau berlatar belakang TNI dan pemahaman beliau mengenai kepabeanan cukai itu belum sedalam kami yang pegawai Bea Cukai.
Nah banyak beberapa masukan dari beliau terkait pandangannya sebagai Dirjen kepada Bea Cukai. Karena memang beliau belum terlalu paham mengenai Bea Cukai.
Seperti apa prosedur pengeluaran barang, seperti apa proses bisnis dalam importasi maupun eksportasi seperti itu," kata Rizal.
"Jadi kami berpandangan karena kita juga ada komunitas, ya komunitas intel segala macam, melihat ini, ini memang harus diyakini beliau itu mengenai proses bisnis ini dengan mendengar langsung dari pelaku," imbuh Rizal.
"Dan karena proses bisnis ini sebagian besar menjadi sorotan apalagi pada saat itu banyak, banyak medsos ya mengenai Blueray, mengenai yang lain, mengenai impor pada saat itu.
Nah akhirnya kami pertemukanlah beliau di Hotel Borobudur untuk mendengar langsung bagaimana proses bisnis pekerjaan mereka," tambah Rizal.
"Adapun alasan saya untuk menginisiasi pertemuan dengan pengusaha importir sebagaimana saya jelaskan di atas yakni pada saat itu Djaka Budhi Utama baru diangkat sebagai Dirjen Bea Cukai kemudian menyampaikan kepada saya," ujar jaksa membacakan BAP Rizal.
"Berarti Pak Djaka menyampaikan kepada saksi 'Kita tidak mau membinasakan tetapi membina pengusaha importir tersebut, atas arahan tersebut maka saya memerintahkan Sisprian dan Gatot Heru menghubungi para pengusaha importir tersebut, pada saat itu banyak beredar informasi negatif di media sosial tentang group importir tersebut'.
Sama dengan yang saksi sampaikan?" tanya jaksa.
"Jadi memang di kesempatan saya dengan Pak Dirjen, pada saat-saat rapat juga seperti itu di kantor, beliau itu prinsipnya bukan mau mematikan pengusaha baik pabean maupun cukai.
Tapi bagaimana kita agar membina, agar mereka menjadi bekerja dengan baik sesuai aturan," jawab Rizal.
"Jadi betul ya? Jangan dibinasakan dibina aja?"
>>> BookCabin Travel Fair 2026 Tawarkan Diskon Tiket dan Cashback Rp1 Juta
tanya jaksa.