"Kaget kan satu hari. Setelah ada kejelasan, kenapa belum recovery 100 persen?
Berarti masih kaget?" cecar Amran.
Amran memberikan peringatan keras dan mengancam akan memeriksa sekitar 300 perusahaan yang masih menurunkan harga jual. Pemeriksaan akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
"Oke kalau dia tidak berhenti kaget aku kasih kaget ya. Direskrimum, seluruh surat yang saya kirim tolong periksa yang harga turun masih sampai hari ini.
Ada hampir 300 perusahaan periksa semua," ujar Amran.
Kritik serupa diarahkan kepada Direktur Wilmar Group Tenang Sembiring yang menyatakan pasar terkejut. Proses lelang CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPB) gagal membentuk harga.
"Karena ada kondisi itu jadi di KPB itu enggak ada terbentuk harga," kata Tenang Sembiring. Kegagalan itu diduga terjadi karena perusahaan refinery mengajukan penawaran terlalu rendah.
"Jadi udah Bapak pura-pura kaget aku juga pura-pura kaget nanti aku kasih kaget juga Bapak. Aku juga aduh aku kaget juga sama kita kaget.
Tahu enggak aku lagi beribadah you bikin kaget. Apa kenapa?"
cecar Amran.
Pihak Wilmar menyatakan proses lelang sudah kembali normal pada 2 Juni. Namun, perwakilan petani di forum tetap mengeluhkan harga TBS yang belum stabil.
"Tengkulaknya aku cari juga nanti enggak usah pokoknya di mana masalah ini Dirkrimsus hadir se-Indonesia," kata Amran.
>>> Tim Medis Pantau Cedera Reno Salampessy Jelang Semifinal Piala AFF U-19
Rapat koordinasi tersebut akhirnya menyepakati pengembalian harga TBS dan CPO ke tingkat normal sebelum pengumuman pembentukan PT DSI.