⌂ Beranda News Aksi Saling Potong di Jalan Picu Gangguan Konsentrasi Berbahaya

Aksi Saling Potong di Jalan Picu Gangguan Konsentrasi Berbahaya

Aksi Saling Potong di Jalan Picu Gangguan Konsentrasi Berbahaya
Pengemudi yang emosi karena aksi saling potong di jalan
A A Ukuran Teks16px

Kasus salah paham antar-pengguna jalan yang berujung pada aksi cekcok hingga adu fisik masih sering terjadi.

Masalahnya pun kerap sepele, mulai dari tidak diberi lajur saat menyalip hingga berebut jalan di lajur penyempitan.

>>> Trump Peringatkan Netanyahu: Hati-hati atau Anda Sendirian

Aksi saling potong dan tidak mau mengalah ini tidak jarang membuat pengemudi langsung tersulut emosinya.

Dari kacamata keselamatan berkendara, hilangnya kontrol emosi merupakan bentuk gangguan konsentrasi yang sangat berbahaya.

Gangguan Mental yang Tak Terlihat

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, distraksi tidak selamanya berbentuk fisik. Ada jenis gangguan psikologis yang disebut sebagai hidden problem.

"Mental problem ini adalah kelompok hidden problem. Jadi sesuatu yang tidak terlihat, yang tahu adalah si sopirnya sendiri," ujar Jusri kepada Kompas.

com.

Menurut Jusri, gangguan mental polanya sangat banyak. Mulai dari beban pikiran internal hingga pengaruh dari luar yang memicu emosi spontan saat mobil bergerak.

"Misalnya problem keuangan atau keluarga yang sedang sakit, pekerjaan.

>>> Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu di Rumah Cikande

Kemudian bisa saja dia dipicu oleh sesuatu misalnya ada orang di sebelah yang membuat dia marah akibat orang itu memotong dia atau menyalip dia," kata Jusri.

Menghindari Konflik Demi Keselamatan

Ketika pengemudi sudah merasa terganggu atau terpancing emosinya karena ulah pengguna jalan lain, ia sudah masuk ke dalam perangkap distraksi mental yang berbahaya.

Akibatnya, fokus utama untuk mengendalikan kendaraan secara aman akan langsung teralihkan.

"Akhirnya konsentrasinya tidak kepada tugas-tugas driving-nya dia. Dan ini yang berbahaya," ucap Jusri.

Saat proses berpikir sudah dikuasai oleh rasa marah, waktu reaksi pengemudi dalam mengantisipasi bahaya di sekitarnya akan menurun drastis.

Hal inilah yang membuat pengemudi rentan melakukan tindakan nekat atau justru memicu kecelakaan fatal.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengemudi untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi di jalan raya.

>>> Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus

Menurunkan ego dan memilih untuk mengalah merupakan keputusan paling bijak demi menjaga keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru