Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa dirinya tidak akan mendapat bantuan jika terus memicu eskalasi militer dengan Iran.
Peringatan itu disampaikan langsung oleh Trump kepada Netanyahu, seperti dilansir dari media lokal Axios pada Selasa (9/6/2026).
>>> Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu di Rumah Cikande
Hubungan kedua pemimpin dilaporkan merenggang setelah Israel tetap menyerang sistem pertahanan udara dan pabrik petrokimia Iran pada Senin (8/6/2026) pagi.
Serangan itu dilakukan meskipun Trump telah meminta Netanyahu untuk menahan diri melalui telepon malam sebelumnya.
Peringatan Keras dari Gedung Putih
Pihak Gedung Putih dan Axios mengonfirmasi adanya peringatan keras yang disampaikan Trump kepada Netanyahu terkait konsekuensi kelanjutan konflik bersenjata ini.
"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Trump.
Sebelum menyampaikan peringatan tersebut, Trump juga mengekspresikan kekesalannya melalui platform media sosial Truth Social.
Ia menuntut agar kedua belah pihak segera menghentikan baku tembak.
Trump menyebut "negosiasi akhir" menuju perdamaian akan berlanjut "dengan catatan ketidaktahuan dan kebodohan menghalanginya".
>>> Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus
Tanggapan Netanyahu
Perdana Menteri Israel memberikan respons tegas terhadap peringatan dari Washington melalui sebuah siaran televisi nasional.
Netanyahu menyatakan tidak akan mundur dari upaya pertahanan wilayahnya.
"Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menggunakannya sebagaimana mestinya," kata Netanyahu.
Ia mengklaim bahwa situasi di garis depan saat ini sudah mulai mereda karena serangan balasan yang diluncurkan oleh militer Israel berhasil menekan agresivitas pertahanan lawan di Teheran.
"Sekarang, tembakan di garis depan terkendali, karena setelah kami menyerang rezim teroris di Teheran, mereka berhenti menyerang kami," ucap Netanyahu.
Kendati situasi dinilai mulai terkendali, Netanyahu tetap melempar ancaman siap meluncurkan serangan yang lebih besar jika wilayahnya kembali digempur.
>>> Nindya Karya Bangun Sekolah Rakyat di Lahan Berkontur dengan Metode Terasering
"Melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan penuh," ucap Netanyahu.