“Tahun lalu dia terlalu keras saat pengereman dan reaksinya berbeda.
Kali ini saya tidak ingin menyebutnya kesalahan kecil, tetapi dia tidak menggunakan rem depan sebagaimana mestinya di bagian lintasan itu saat memasuki tikungan pertama,” ujar Rivola.
Meskipun tingkat kesalahannya dinilai lebih kecil daripada insiden di Jepang, dampak yang diterima tim Aprilia kali ini jauh lebih merugikan.
“Itu berbeda dengan Jepang. Kesalahannya lebih kecil, tetapi hasil akhirnya sama.
Bahkan bagi kami lebih buruk,” kata Rivola.
Rivola juga menolak anggapan bahwa desain tikungan pertama Sirkuit Balaton Park menjadi penyebab utama kecelakaan.
Ia meminta semua pebalap untuk lebih tenang dan memperhatikan kondisi grip sirkuit yang sudah diketahui sejak awal.
“Kalau di Barcelona, orang-orang juga bilang tikungan pertamanya terlalu berbahaya. Padahal saat hari balapan Anda sudah tahu layout sirkuit dan kondisi grip yang tersedia.
Saya pikir semua pebalap harus sedikit lebih tenang saat memasuki tikungan pertama,” ujar Rivola.
Kekecewaan Rivola semakin mendalam karena motor Aprilia kerap menjadi korban yang ikut terseret dalam beberapa kecelakaan.
“Lalu kami juga kurang beruntung karena setiap kali terjadi kecelakaan, selalu ada satu atau bahkan dua Aprilia yang ikut terseret.
Tapi intinya, ketika Anda tahu kondisinya sulit, Anda harus sedikit lebih berhati-hati,” tegasnya.
>>> FIFA Akui Tak Bisa Intervensi Deportasi Wasit Piala Dunia 2026 oleh Imigrasi AS
Akibat kecelakaan massal ini, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sama-sama kehilangan peluang mendapatkan poin penting. Martin pun gagal memangkas jarak poin dari Bezzecchi di klasemen sementara MotoGP 2026.