⌂ Beranda News Mobil Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang Akibat Provokasi Tabrak Lari

Mobil Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang Akibat Provokasi Tabrak Lari

Mobil Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang Akibat Provokasi Tabrak Lari
Mobil Toyota Fortuner rusak akibat amuk massa
A A Ukuran Teks16px

Sebuah mobil Toyota Fortuner mengalami perusakan oleh massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Insiden ini dipicu oleh teriakan tuduhan tabrak lari dari seorang pengendara sepeda motor.

>>> Indonesia dan Singapura Sepakati 6 Kerja Sama Ekonomi

Kericuhan bermula dari perselisihan di jalan raya antara pengemudi mobil berinisial ES dan sejumlah pengendara motor.

Menurut Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, pengemudi Fortuner mengaku bahwa pengendara motor menabrakkan motornya ke mobilnya.

Selanjutnya, pengendara motor tersebut mengejar sambil berteriak tabrak lari.

"Pengakuan pengendara Fortuner, pengendara sepeda motor menabrakan motornya ke mobil Fortuner, selanjutnya pengendara sepeda motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari," jelas AKBP Dhimas Prasetyo.

Menanggapi kejadian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai respons masyarakat di jalan raya sering kali cepat tersulut emosi tanpa mengetahui duduk perkara.

Ia menyebut bahwa banyak massa yang memiliki sumbu pendek dan senang merusak.

>>> Prabowo Batalkan Dewan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus

Sony Susmana menyarankan pengemudi yang terlibat kecelakaan untuk segera mengambil tindakan nyata menolong korban guna mencegah agresivitas warga.

Ia menekankan pentingnya pertolongan cepat sebagai langkah efektif dibandingkan hanya berdiam diri di dalam kendaraan karena panik.

"Poinnya adalah bukan masalah tanggung jawab, karena tanggung jawab ada hai dua, memang datang dari hati atau terpaksa.

Jadi langkah untuk menghindari amuk massa adalah action secepatnya memberikan pertolongan terhadap korban, sehingga massa tidak punya alasan untuk agresif," ujar Sony.

Untuk mengantisipasi situasi serupa, pengemudi disarankan mengutamakan keselamatan korban dan tidak melarikan diri.

>>> Pemprov Maluku Utara Kesulitan Bayar Gaji PPPK Hingga Akhir 2026

Jika situasi tidak kondusif, pengemudi dapat menuju pos polisi terdekat dan menggunakan dashcam sebagai alat bukti kronologi kejadian.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru