⌂ Beranda News Helikopter Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Pilot Selamat

Helikopter Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Pilot Selamat

Helikopter Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Pilot Selamat
Helikopter Apache milik Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Sebuah helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz yang dikuasai Iran pada Selasa, 9 Juni 2026.

Insiden ini dilaporkan oleh media New York Times mengutip sejumlah sumber.

>>> Honda Brio Terjun dari Flyover Gubeng Surabaya, Diduga Akibat Pengemudi Mabuk

Dua pilot yang mengoperasikan helikopter tersebut dilaporkan berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya helikopter tempur itu masih belum diketahui secara jelas oleh pihak berwenang.

Sejumlah kemungkinan penyebab seperti terkena tembakan dari pihak Iran, kerusakan mesin, atau masalah teknis lainnya masih belum bisa dipastikan.

Gedung Putih, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan tanggapan resmi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkonfirmasi kondisi kru helikopter. Ia menyatakan bahwa para pilot dalam keadaan baik dan tidak ada yang terluka.

Trump menyampaikan hal ini kepada awak media di landasan Bandara Internasional John F Kennedy sebelum kembali ke Gedung Putih.

Ia berjanji laporan resmi mengenai insiden tersebut akan segera dikeluarkan.

>>> Mobil Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang Akibat Provokasi Tabrak Lari

Selain memberikan keterangan mengenai kondisi pilot, Trump juga mengabarkan perkembangan situasi diplomatik. Ia menyebutkan bahwa proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak Iran masih terus berjalan.

Peristiwa jatuhnya helikopter ini terjadi di tengah situasi kawasan yang sempat memanas akibat aksi saling serang antara Israel dan Iran.

Ketegangan tersebut menguji kekuatan kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak awal April lalu.

Dalam operasi di kawasan tersebut, CENTCOM mengerahkan alutsista seperti helikopter Apache, drone pengintai MQ-9 Reaper, serta jet tempur F/A-18 dan F-35.

Langkah ini diambil untuk mencegah upaya penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang dapat mengganggu jalur pelayaran komersial global.

Berdasarkan data dari Anadolu Agency, sekitar 30 drone Reaper milik Amerika Serikat telah ditembak jatuh oleh Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.

>>> Indonesia dan Singapura Sepakati 6 Kerja Sama Ekonomi

Beberapa jet tempur Amerika Serikat juga dilaporkan hilang akibat tembakan musuh atau insiden salah tembak.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru