Apple memperkenalkan pembaruan pada aplikasi pengelola kata sandi Password yang mampu mengganti kata sandi pengguna secara otomatis saat terdeteksi berisiko diretas.
Inovasi ini diumumkan dalam ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) 2026 pada Selasa (9/6/2026) dini hari waktu Indonesia.
>>> Donald Trump Pastikan Dua Pilot Helikopter Apache AS Selamat
Peningkatan sistem keamanan ini memanfaatkan kecerdasan buatan bernama Apple Intelligence. Teknologi tersebut mempercanggih kemampuan deteksi kata sandi lemah atau bocor yang sudah ada sebelumnya pada perangkat Apple.
Sistem kecerdasan buatan ini bekerja dengan menavigasi situs web melalui peramban Safari untuk masuk ke akun pengguna secara otomatis.
Langkah pembaruan tersebut dinilai mempermudah pengguna yang sebelumnya harus masuk dan mengubah kredensial akun secara manual satu per satu.
Pihak korporasi menjelaskan bahwa kecerdasan buatan ini memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri demi efisiensi pengguna, "bertindak atas nama pengguna," kata Apple.
>>> Sari Yuliati Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Santri di Lombok
Setelah kecerdasan buatan menyelesaikan proses perubahan, kata sandi baru akan langsung disimpan ke dalam aplikasi pengelola kata sandi.
Mekanisme operasional ini mengimplementasikan konsep agen AI (AI agent) yang mengeksekusi tindakan langsung, bukan sekadar memberikan saran.
Fitur baru ini dijadwalkan meluncur bersamaan dengan perilisan iOS 27 pada September mendatang.
>>> Ratusan Paspor Bekas Jamaah Haji Ditemukan Berserakan di BSD Tangerang
Meskipun menawarkan kepraktisan dalam manajemen keamanan, penerapan teknologi agen kecerdasan buatan untuk mengelola kata sandi ini memicu kekhawatiran terkait aspek privasi serta keamanan data.