⌂ Beranda News Chatib Basri Sarankan Pemerintah Berhemat demi Selamatkan APBN

Chatib Basri Sarankan Pemerintah Berhemat demi Selamatkan APBN

Chatib Basri Sarankan Pemerintah Berhemat demi Selamatkan APBN
Chatib Basri saat memberikan paparan dalam sebuah forum ekonomi
A A Ukuran Teks16px

Ia menerangkan mekanisme proteksi gagal bayar bagi pemegang obligasi luar negeri.

"Jadi kalau ada beli bond, orang dari luar negeri beli bond, dia itu ada asuransinya. Asuransinya itu adalah CDS.

Jadi kalau default, dia diganti dengan itu. Nah semakin tinggi risiko fiskalnya, CDS-nya akan naik, semakin tinggi.

Jadi kalau CDS-nya naik, itu risiko fiskalnya naik. Kalau dia risiko fiskalnya naik," urai Chatib Basri.

Berdasarkan hitungan kuantitatif, perubahan pada pergerakan CDS Indonesia berkontribusi langsung sebesar 23 persen terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut Chatib, data tersebut mematahkan anggapan bahwa depresiasi rupiah sepenuhnya disebabkan oleh ketegangan geopolitik global.

"Jadi kalau CDS-nya naik, itu risiko fiskalnya naik. Kalau dia risiko fiskalnya naik, ada enggak impact-nya terhadap rupiah?

Saya coba lakukan ini, hasilnya cukup menarik. Karena 23 persen dari pelemahan rupiah itu sebetulnya bisa dijelaskan oleh CDS," ujarnya.

Faktor dominan pelemahan mata uang justru bersumber dari kecemasan investor global terhadap keberlanjutan fiskal jangka panjang Indonesia.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh kekhawatiran melesatnya defisit anggaran melampaui ketentuan hukum akibat beban program belanja yang besar.

"Kalau kemudian dibilang bahwa penyebabnya adalah perang, that's not true, karena negara lain juga ada akibat dari perang, tapi depresiasinya tidak sedalam Indonesia," kata Chatib Basri.

Ia menambahkan, premi risiko gagal bayar Indonesia yang tercatat di level 97,12 bps mencerminkan kecemasan pasar atas manajemen fiskal.

Investor membutuhkan kepastian konkret mengenai disiplin anggaran agar tingkat kepercayaan pasar kembali pulih.

"Soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address, sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki," jelas Chatib Basri.

Ia mengingatkan, potensi perlambatan penerimaan pajak pada kuartal ketiga dan keempat dapat mendorong defisit anggaran melampaui batas legal jika penghematan belanja tidak segera dilakukan.

Tanpa penyesuaian belanja, stabilitas makroekonomi akan menghadapi tekanan berat dari persepsi negatif investor.

"Inilah yang kemudian menimbulkan anxiety dari investor," pungkasnya.

Merespons situasi ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan melakukan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga secara selektif hingga situasi global stabil.

Kendati demikian, Airlangga menegaskan anggaran untuk program prioritas senilai Rp446 triliun, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun, tidak akan dikurangi karena merupakan investasi jangka panjang.

"Program unggulannya tidak ada yang dirubah, karena itu investasi jangka panjang," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah berbeda untuk menutup defisit anggaran negara.

>>> Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Mozambik di GBK

Menteri Keuangan dijadwalkan terbang ke China pada 16 Juni mendatang guna mempromosikan penerbitan surat utang negara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru