⌂ Beranda News Dokter: Konsumsi Gula Berlebih Percepat Penuaan Kulit
News

Dokter: Konsumsi Gula Berlebih Percepat Penuaan Kulit

Dokter kulit menjelaskan efek gula pada penuaan kulit
Dokter kulit menjelaskan efek gula pada penuaan kulit
A A Ukuran Teks16px

Kulit merupakan organ terluas yang melindungi tubuh dari paparan lingkungan seperti sinar ultraviolet, bakteri, dan trauma fisik. Sebagai bagian terluar, kulit menjadi organ pertama yang menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Banyak orang mengandalkan produk perawatan kulit untuk menjaga penampilan. Namun, kesehatan kulit tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan luar.

Pola makan dan gaya hidup harian memegang peranan besar terhadap kondisi kulit, termasuk kebiasaan mengonsumsi minuman manis.

"Kalau cuma melakukan skincare, tetapi tanpa memikirkan nutrisi, asupan yang kita dapatkan, hasilnya tidak optimal," ujar BAMED Dermatologist, dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.

D. V.

E. , dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta Selatan, Sabtu (06/06).

Annisa menjelaskan bahwa berbagai penelitian terbaru membuktikan konsumsi gula sederhana secara berlebihan berdampak buruk dan mempercepat penuaan sel.

"Sebetulnya asupan gula itu sangat berpengaruh ke kulit, terutama gula yang sederhana," ujarnya.

Gula sederhana banyak ditemukan dalam produk makanan dan minuman manis sehari-hari.

Mekanisme Kerusakan Sel Akibat Gula

Ketika kadar gula dalam tubuh terlalu tinggi, terjadi proses glikasi yang membuat sebagian gula menempel pada sel-sel tubuh.

Proses ini memicu terbentuknya senyawa sampingan bernama Advanced Glycation End Products (AGEs).

"Efeknya merusak sel yang ditempel.

Jadi, kalau gula yang terlalu banyak levelnya di tubuh kita, jadi menempel saja ke jaringan-jaringan atau sel tubuh, tidak digunakan dengan optimal, maka dia akan menghasilkan AGEs," jelas dr. Annisa.

Senyawa AGEs tersebut kemudian merusak sel-sel tubuh yang ditempelinya. Efek negatif konsumsi gula berlebih tidak hanya pada kulit, tetapi juga memengaruhi jaringan tubuh lainnya.

"Bayangkan ketika gulanya makin banyak, sel yang rusak juga akan makin banyak," lanjutnya.

📰 Update Terbaru