"Tadi kami laporkan mengenai government technology karena sudah 80% government technology ini terkoneksi dan pertama kali juga 8 kementerian/lembaga sepanjang Republik kini mereka datanya jadi satu, tanggal 1 Juni kemarin.
Jadi sebenarnya tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar kalau menurut kami karena datanya menjadi satu berbasis AI," kata Luhut.
>>> Dewan Ekonomi Nasional Akan Romba Subsidi Energi yang Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Sistem baru ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran data dan mempermudah pengawasan program pemerintah secara real-time.
"Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting.
Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ," sambungnya.
Di sisi lain, Chatib Basri mengklarifikasi spekulasi yang menyebut dirinya mendapat tawaran untuk menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kabinet Merah Putih.
"Nggak ada. Masa, ini kita bahas soal ekonomi kok," kata Chatib usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Chatib menjabarkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah berpotensi menekan daya beli masyarakat kecil, sehingga pemerintah memerlukan strategi efisiensi anggaran belanja.
"Dan apa yang harus dilakukan termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah.
Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata dia.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan rencana kunjungan kerja bersama Presiden ke Lampung Barat untuk meresmikan fasilitas kesehatan baru.
"Besok di ajak ke Krui, Lampung Barat, mau ikut nggak? Peresmian rumah sakit," ungkap Budi saat berjalan ke luar Istana.
Budi menegaskan bahwa Presiden Prabowo meminta laporan perkembangan tiga program hasil cepat, yaitu Cek Kesehatan Gratis, penanggulangan TBC, dan pembangunan puluhan rumah sakit daerah.
"Kan beliau kasih 3 quick win, jadi beliau minta update. Yang pertama, cek kesehatan gratis.
Dua, TBC, dan ketiga sama rumah sakit yang 66 itu, dan itu kan sudah jadi 20, sudah beroperasi 12.
Jadi beliau, 'ya udah saya mau lihat'. Jadi mungkin rencananya ingin mengunjungi," katanya.
Terkait rumor pergantian jabatan yang menyeret namanya, Budi menanggapi dengan santai sembari kembali ke kendaraannya. "Wah itu kan kata situ," katanya seraya berjalan ke arah mobilnya.
>>> Timnas Mesir Tatap Piala Dunia 2026 Meski Minim Pengalaman
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas di sektor kesehatan sesuai mandat saat ini. "Sekarang masih jadi Menkes," imbuhnya.