Petugas imigrasi Amerika Serikat memulangkan wasit terkemuka asal Somalia, Omar Artan, setelah menjalani pemeriksaan intensif di Miami. Artan seharusnya bersiap memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Keputusan penolakan masuk terhadap wasit nomor satu di Afrika ini memicu kritik tajam dari kelompok kampanye anti-diskriminasi Fare.
>>> KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruangan Mantan Wamen Imigrasi
Direktur eksekutif Fare, Piara Powar, mengecam keras tindakan otoritas bandara yang memulangkan Artan setelah sempat bergabung dengan 51 wasit lainnya.
Ia menilai kebijakan tersebut bersifat ideologis dan diskriminatif.
Powar menyebut keputusan ini sebagai ironi besar bagi persiapan ajang olahraga global sekelas Piala Dunia.
Ia menambahkan bahwa belum pernah terjadi wasit resmi FIFA ditolak masuk saat tiba untuk persiapan akhir.
Sebelum insiden ini, rekam jejak kepemimpinan Artan di level internasional dinilai sangat solid. Ia pernah memimpin final Liga Champions Afrika dan tiga laga Piala Dunia U-20.
>>> IPO SpaceX Diprediksi Ubah Arah Aliran Modal Global
Artan menegaskan bahwa kesempatan menjadi pengadil di ajang tertinggi sepak bola dunia merupakan impian terbesarnya.
Ia merasa seluruh pengorbanannya terbayar lunas ketika namanya resmi terpilih ke dalam daftar wasit Piala Dunia 2026.
Mimpi besar untuk mengukir sejarah sebagai wasit pertama asal Somalia di Piala Dunia kini terancam kandas akibat kebijakan ketat imigrasi Amerika Serikat.
Artan menyatakan bahwa ia memiliki dokumen yang lengkap dan visa yang sah.
Penolakan ini disinyalir berkaitan dengan sentimen negatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah negara, termasuk Somalia. Trump sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang merendahkan struktur negara Somalia.
>>> Kemenhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 195 Triliun ke DPR
Hingga saat ini, pihak FIFA belum dapat memastikan langkah resmi yang akan diambil, mengingat federasi tertinggi sepak bola tersebut tidak memiliki wewenang yuridis terkait urusan visa luar negeri.