Target perusahaan pengawas komersial seperti ini dilaporkan mencakup jurnalis, pejabat pemerintah, personel militer, hingga organisasi kemanusiaan.
Meta menegaskan bahwa pesan dan panggilan pribadi pengguna WhatsApp tetap terlindungi oleh enkripsi end-to-end secara bawaan.
Perusahaan mengimbau pengguna untuk selalu memperbarui aplikasi dan sistem operasi perangkat, serta melaporkan aktivitas mencurigakan.
Bagi pengguna yang berisiko menjadi target serangan tingkat tinggi, WhatsApp menyarankan untuk mengaktifkan fitur Strict Account Settings.
Fitur keamanan tambahan ini dapat membatasi beberapa fungsi akun demi mengurangi risiko penyusupan.
Saat diaktifkan, fitur tersebut akan menjalankan beberapa fungsi proteksi otomatis, seperti mengaktifkan verifikasi dua langkah, menonaktifkan pratinjau tautan, serta membatasi informasi "Last Seen", status online, foto profil, bio, dan tautan profil hanya untuk kontak tertentu.
Fitur ini juga membatasi siapa saja yang dapat memasukkan pengguna ke dalam grup, hanya kontak yang dikenal atau daftar yang telah ditentukan sebelumnya.
>>> Peran Generasi Muda dalam Aksi Iklim: Kampanye Digital hingga Aksi Nyata
Strict Account Settings dirancang khusus untuk pengguna yang berpotensi menjadi target, seperti jurnalis, aktivis, pejabat publik, dan pekerja sektor sensitif.