⌂ Beranda News Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
Ilustrasi harga minyak dunia melonjak akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada Kamis (11/6/2026) setelah pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Keputusan sepihak itu diambil menyusul serangan militer tambahan yang diluncurkan Amerika Serikat ke wilayah Iran.

>>> Konflik AS-Iran di Selat Hormuz Tekan Pasar Kripto Global

Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent langsung terkerek naik 2 persen ke level 94,58 dolar AS per barel.

Tren penguatan berlanjut hingga pukul 11.15 WIB dengan Brent mencapai 94,82 dolar AS per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 2,2 persen ke posisi 91,74 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia.

Pada siang hari, WTI bertengger di level 91,93 dolar AS per barel.

Penutupan jalur strategis ekspor minyak dan gas kawasan Teluk itu diikuti ancaman dari otoritas militer Iran. Mereka menyatakan akan menembak seluruh kapal yang nekat melintas.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan geopolitik semakin memanas setelah AS melancarkan serangan tambahan sehari sebelumnya. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan potensi serangan lanjutan jika kesepakatan damai gagal tercapai.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan penutupan Selat Hormuz akan mengubah segalanya bagi pasar minyak.

Jika pembatasan lalu lintas kapal berlangsung jangka panjang, harga komoditas energi berpotensi melonjak lebih tinggi akibat risiko gangguan pasokan global.

Analis komoditas Rystad Energy Jorge Leon menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah pasar minyak.

>>> Harga Emas Dunia 11 Juni 2026 Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran

Efek domino dari penutupan ini akan memukul negara-negara importir dan mengacaukan rantai pasok energi dunia.

Sebelum konflik pecah awal tahun 2026, sekitar seperlima total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia didistribusikan melalui selat tersebut setiap hari.

Konflik sejak Februari 2026 telah menekan produksi OPEC hingga 16,13 juta barel per hari pada Mei 2026, level terendah dalam dua dekade akibat anjloknya ekspor Iran.

Kondisi pasar diperparah oleh menyusutnya cadangan minyak mentah domestik AS sebesar 7,2 juta barel pada pekan pertama Juni 2026.

Total penyusutan mencapai 79 juta barel sejak konflik bermula.

Chief Economist Annex Wealth Management Brian Jacobsen menilai pergerakan pasar saat ini sangat bergantung pada kecepatan penyelesaian krisis di Timur Tengah.

Waktu terus berjalan untuk solusi diplomatik atau militer guna membuka kembali Selat Hormuz.

Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya menegaskan pemulihan stabilitas harga bahan bakar global hanya bisa dicapai melalui resolusi konflik dengan Iran.

>>> Kemenkes Apresiasi Capaian Tertinggi Program Cek Kesehatan Gratis di Jawa Tengah

Arus distribusi di Selat Hormuz harus kembali berjalan normal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru