PT Saka Energi Indonesia (SAKA) memperoleh persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (POD) Lapangan Ronggolawe - PHE-7 dari SKK Migas pada Kamis (11/6/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Subholding Gas Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional.
>>> Polisi Selidiki Penjarahan Mobil Daihatsu Ayla di Sintang
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi menyatakan persetujuan POD menjadi langkah penting dalam mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi.
Keputusan tersebut didasari hasil analisis komprehensif sumur RGL-3 sebagai fondasi teknis rencana pengembangan.
SAKA sebelumnya telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi pada 2025. Temuan hidrokarbon di sumur RGL-1 tahun 2012 dikonfirmasi lewat appraisal sumur RGL-3 tahun 2024.
Target Produksi dan Strategi Pengembangan
Lapangan ini diproyeksikan memberikan kontribusi produksi hingga 5.126 barel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak produksi.
Secara keseluruhan, lapangan diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga akhir masa kontrak kerja sama.
>>> Gugatan Hak Cipta Ari Bias Rp4,9 Miliar Terhadap HW Group Kandas
Evaluasi teknis seperti Drill Stem Test, pengujian tekanan reservoir, dan analisis sampel fluida membuktikan keberadaan hidrokarbon pada lapisan CD Carbonate di Struktur Ronggolawe.
SAKA berencana mengebor empat sumur pengembangan yang akan dihubungkan ke fasilitas produksi eksisting di Wilayah Kerja Pangkah melalui pipa bawah laut.
Proyek ini menerapkan strategi unitisasi antara Wilayah Kerja Pangkah dan Wilayah Kerja West Madura Offshore yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi WMO.
Kerja sama tersebut bertujuan mengoptimalkan produksi dan mempercepat komersialisasi hasil temuan eksplorasi.
SAKA berkomitmen mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya serta kegiatan operasional dengan tetap menjunjung tinggi keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
>>> AirNav Indonesia Terapkan Layanan AdClaim untuk Kesehatan Karyawan
Manajemen optimistis kolaborasi dengan mitra kerja dan pemangku kepentingan mampu mendorong pertumbuhan sektor migas.