Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini menembus Rp18 ribu berdampak langsung pada kenaikan harga suku cadang sepeda motor di Indonesia.
Kenaikan harga ini sudah mulai diterapkan oleh bengkel umum sejak bulan lalu. Akibatnya, jumlah kunjungan konsumen harian menurun drastis.
>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Laptop Lewat MAXStream TV
Salah satu bengkel yang merasakan dampaknya adalah Putra Prima Motor di Bekasi, Jawa Barat. Pihak pengelola menyebut kenaikan harga suku cadang, terutama pelumas, menjadi penyebab berkurangnya pelanggan.
"Iya ada (dampak penurunan pengunjung sejak harga suku cadang naik). Rata-rata (harga oli) udah naik Rp20 ribuan," ujar kasir Putra Prima Motor kepada detikOto, Selasa (9/6).
Harga Ban Naik 20 Persen
Selain oli, harga ban motor juga mengalami kenaikan signifikan hingga 20 persen pada Mei lalu. Hal ini semakin menekan minat beli pemilik kendaraan.
"Iya (selain oli) naik semua, hampir semua (suku cadang). Ban apalagi, pas bulan Mei tuh, ban bisa naik sampai 20 persen," tutur kasir tersebut.
>>> Kemendagri Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN di Papua Selatan
Tren kenaikan harga suku cadang masih menunjukkan grafik peningkatan hingga saat ini. Pengelola bengkel belum bisa memastikan apakah kenaikan akan berlanjut pada bulan depan.
"Bulan depan belum tahu ya (naik berapa lagi).
Itu oli yang MPX matik aja sampai kemarin masih naik aja, Shell juga tuh (naik terus)," kata kasir Putra Prima Motor.
Kenaikan harga ini dipicu oleh ketergantungan industri terhadap material impor.
>>> Camat Palmerah Singgung Pencabutan KJP Siswa Pelaku Pembacokan
Sejumlah bahan baku komponen kendaraan roda dua di Indonesia masih didatangkan dari luar negeri, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing.