"Kegiatan yang didukung Harita Nickel ini merupakan kerja sama pemerintah desa dan tokoh adat. Mari kenali dan lestarikan identitas kita untuk membina generasi muda," tuturnya.
Pagelaran ini terwujud berkat kolaborasi masyarakat dengan entitas industri setempat, Harita Nickel.
Di tengah tumbuhnya kawasan industri, masyarakat Soligi menunjukkan bahwa perubahan tidak harus memutus hubungan dengan akar budaya.
Kehadiran industri justru berperan sebagai katalisator yang memastikan kearifan lokal tetap bernafas.
Community Relations Supervisor Harita Nickel, Wigit Yan Sukmawan, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan bersandar pada penghormatan terhadap kearifan lokal.
"Budaya lokal adalah bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga bersama. Tari Ngibi bukan sekadar pertunjukan, tetapi warisan nilai dan sejarah.
Perusahaan ingin mendukung agar tradisi ini tetap hidup dan dikenal generasi muda," ujarnya.
Di tengah perubahan yang terus bergerak di Halmahera Selatan, ruang-ruang budaya seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan perlu berjalan berdampingan dengan upaya menjaga identitas masyarakat.
Malam semakin larut, namun gelanggang di Soligi tak kunjung sepi.
>>> KAI Logistik Angkut 1,19 Juta Ton Barang Lewat Kereta Kontainer
Anak-anak dan remaja masih bergantian menari dan memainkan pencak silat, belajar mengenali warisan budaya yang telah lama hidup di pesisir Obi.