⌂ Beranda News FIFA Atasi Kendala Visa dan Tiket Piala Dunia 2026

FIFA Atasi Kendala Visa dan Tiket Piala Dunia 2026

FIFA Atasi Kendala Visa dan Tiket Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 ticket and visa issues
A A Ukuran Teks16px

Presiden FIFA Gianni Infantino angkat bicara mengenai tantangan keimigrasian dan kritik harga tiket menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kamis (11/6/2026).

Sorotan tajam tertuju pada sistem imigrasi Amerika Serikat setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, dilarang masuk meski memiliki dokumen perjalanan yang sah.

>>> DPR Sebut Kenaikan Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Global

Dugaan keterkaitan dengan kelompok terlarang menjadi alasannya.

"Sangat disayangkan apa yang terjadi pada wasit dari Somalia," kata Infantino dalam konferensi pers dikutip dari Reuters.

FIFA terus melakukan komunikasi di balik layar dengan otoritas terkait demi menyelesaikan permasalahan tersebut. "Kami bukanlah raja dunia yang dapat memerintah pemerintahan dan kepolisian.

Kami adalah sebuah organisasi olahraga," ujar Infantino.

Federasi internasional ini menegaskan komitmennya untuk tetap mencari jalan keluar terbaik tanpa harus melakukan tindakan konfrontatif dengan pemerintah setempat.

"Kami selalu berusaha mencari solusi. Terkadang, langsung berteriak dan membentak justru memberikan efek sebaliknya, yaitu menghambat pencarian solusi," lanjut Infantino.

Kendati dihadapkan pada persoalan birokrasi di negara tuan rumah, pemimpin organisasi sepak bola itu menegaskan tidak menyesali penunjukan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai penyelenggara bersama.

"Memang ada masalah; itu wajar untuk acara sebesar ini. Beberapa berasal dari Amerika Serikat, beberapa dari Kanada, beberapa dari Meksiko.

Kami menangani semuanya," tegas Gianni Infantino.

Ia mencontohkan kedatangan tim nasional Iran sebagai bukti bahwa sepak bola mampu menembus batasan geopolitik yang rumit. "Orang-orang mengatakan Iran tidak mungkin datang ke Piala Dunia.

>>> Pemerintah Tata Ulang Dapur MBG Akibat Pembengkakan Anggaran Rp1 Triliun

Saya berjanji kepada mereka bahwa mereka akan datang," kata Infantino.

Kehadiran tim dari Timur Tengah tersebut diharapkan membawa pesan perdamaian dan menyatukan komunitas global melalui olahraga.

"Saat Iran bermain, stadion akan penuh dan saya harap akan ada suasana positif karena ini adalah sepak bola.

Kami ingin menyatukan dunia," ujar Infantino.

Selain isu visa, Infantino juga memberikan penjelasan terkait keluhan suporter mengenai harga tiket pertandingan yang dianggap terlalu mahal.

"Harga awal sebesar 60 dollar AS (sekitar Rp 1 juta) adalah harga masuk terendah dari semua olahraga Amerika di fase playoff," ungkap Infantino.

Kebijakan ini sengaja diterapkan untuk menekan ruang gerak calo di pasar sekunder serta mengalokasikan pendapatan kembali ke sepak bola.

"Jika Anda menjualnya dengan harga lebih rendah, kemungkinan besar akan dijual di pasar sekunder dengan harga jauh lebih tinggi.

Setiap dolar yang masuk akan digunakan kembali untuk pengembangan sepak bola," tutur Infantino.

Rangkaian pertandingan turnamen dengan format baru ini dijadwalkan segera memulai sepak mula perdana di Stadion Estadio Azteca, Mexico City.

>>> KPK Perluas Penyelidikan Audit BPK di Pemkab Muara Enim

"Mari kita mulai perayaannya," tutup Infantino.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru