"Yang harus diwaspadai pada perempuan adalah perubahan fungsional," tutur dr. Febtusia. Ia mencontohkan, "Tadinya main padel kuat, sekarang naik tangga tidak kuat."
Gejala lain seperti mual, muntah, dan mudah kehabisan napas saat berbicara juga memerlukan perhatian medis jika semakin sering muncul.
Penyebab Variasi Gejala
Kondisi pembuluh darah jantung yang berbeda pada setiap orang menjadi alasan variasi gejala.
Pada perempuan, gangguan sering melibatkan pembuluh darah kecil (microvascular disease), sedangkan pada laki-laki lebih sering penyumbatan arteri koroner utama.
American Heart Association (AHA) pada 2025 menyebutkan bahwa microvascular disease membuat gejala lebih samar dan sulit terdeteksi pada pemeriksaan awal.
Variasi anatomi ini menegaskan bahwa diagnosis tidak bisa hanya berdasarkan perkiraan gejala.
"Kita butuh tools, tidak bisa serta-merta mendiagnosis hanya berdasarkan penerawangan," kata dr. Febtusia.
Deteksi dini dapat dilakukan melalui medical check-up (MCU) berkala, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, dan merokok.
>>> Gubernur Lampung Dukung Hibah Sekretariat Ikatan Keluarga Minang
"Jangan lupa MCU, cari treadmill test untuk screening awal penyakit jantung koroner," pungkasnya.