Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.369 unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga akhir tahun 2026.
Target ini disampaikan di tengah adanya sejumlah tantangan geografis dan akses logistik dalam proses pembangunan di lapangan.
>>> Timnas U19 Indonesia Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa akses menuju lokasi pembangunan menjadi kendala utama, terutama karena proyek ini menyasar wilayah terpencil dan terluar.
"Akses untuk menuju ke sini kan setengah mati untuk membawa barang-barang untuk membangunnya," ujar Sakti Wahyu Trenggono.
Salah satu contoh proyek yang sedang berjalan berada di Pulau Enggano, Bengkulu, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Wilayah tersebut masuk dalam target penuntasan 100 kampung nelayan pertama karena sebagian besar masyarakatnya beraktivitas sebagai nelayan.
KKP merancang proyek ini secara tematik untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang berbeda di setiap wilayah.
Hal ini dilakukan agar fasilitas pendukung yang diberikan pemerintah tepat sasaran sesuai kondisi riil nelayan setempat.
>>> Persijap Jepara Pertahankan Mario Lemos untuk Musim 2026/27
"Kan itu tematik.
Jadi, ada yang misalnya, oh di sini yang dibutuhkan tuh es, SPBN, sama bengkel kapal misalnya gitu," jelas Sakti.
Hingga saat ini, sebanyak 65 lokasi KNMP telah rampung dibangun oleh kementerian.
Sementara itu, 35 lokasi sisanya dari proyek 100 kampung nelayan pertama ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026.
Pembangunan KNMP juga memberikan keuntungan lain berupa penyediaan akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat pesisir.
>>> Prabowo Subianto Terima Kunjungan Silaturahmi Jusuf Kalla di Istana Merdeka
Skema penyaluran bantuan energi tersebut dipastikan tidak mengalami perubahan demi menjaga produktivitas nelayan kecil.