Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo menjelaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia terus berkembang secara dinamis pada lima bulan pertama tahun ini.
>>> KPB dan PTK Jalin Sinergi Layanan Kepelabuhanan di Balikpapan
"Ke depan, Astra akan terus berfokus pada kebutuhan pelanggan serta menjaga kualitas layanan melalui jaringan dealer, layanan pembiayaan, purnajual, serta solusi mobilitas lainnya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Windy dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Penjualan emiten berkode saham ASII ini ditopang oleh kombinasi merek Toyota dan Lexus sebanyak 24.983 unit, disusul Daihatsu 11.140 unit, Isuzu 2.570 unit, serta UD Trucks 75 unit.
Di sisi lain, segmen Low Cost Green Car (LCGC) Astra justru turun menjadi 6.836 unit dari bulan sebelumnya yang sebesar 7.470 unit.
Meskipun tumbuh secara tahunan, penjualan mobil Astra melandai 7,15 persen jika dibandingkan secara bulanan dengan April 2026 yang sempat menembus 41.755 unit.
Penurunan bulanan dialami oleh merek Toyota dan Lexus, serta brand Daihatsu.
Secara nasional, volume pasar pada Mei 2026 memang mengalami perlambatan bulanan sebesar 14,3 persen atau berkurang 11.560 unit dari capaian April yang berada di angka 80.779 unit.
Sektor eceran juga terkoreksi tipis 5,1 persen secara bulanan.
Geliat pasar mobil berbanding lurus dengan pertumbuhan pembiayaan kendaraan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa penyaluran kredit untuk mobil pribadi dan niaga oleh multifinance mencapai Rp 290,97 triliun per April 2026.
Nilai pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 1,67 persen secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyatakan bahwa tren otomotif ini membawa pengaruh positif yang signifikan bagi industri.
Agusman menegaskan bahwa porsi pembiayaan kendaraan bermotor mendominasi dengan kontribusi mencapai 53,47 persen dari total seluruh penyaluran dana industri multifinance per April 2026.
Pembiayaan modal kerja yang tumbuh 10.64 persen turut menjadi penopang utama.
Secara keseluruhan, piutang pembiayaan yang dikelola oleh perusahaan multifinance berada di angka Rp 514,65 triliun per April 2026, atau meningkat 2,08 persen secara tahunan.
>>> SMA Kemala Taruna Bhayangkara Raih Sertifikat Kurikulum Internasional dari IBO
OJK menyarankan pelaku usaha untuk mengoptimalkan pasar mobil baru maupun bekas dengan memperluas jaringan serta menjaga kualitas kredit.