Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa serpihan dari pencegatan rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Ramat David di Israel utara pada awal pekan ini.
Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan setelah citra satelit komersial menunjukkan kerusakan pada salah satu struktur bangunan di dalam fasilitas militer tersebut.
>>> Vietnam U19 Evaluasi Kegagalan Piala AFF, Fokus Kualifikasi Piala Asia U20
Eskalasi bersenjata selama 17 jam antara kedua negara ini dipicu oleh serangan Israel di distrik Dahieh, Beirut pada hari Minggu.
Merespons serangan itu, Iran meluncurkan gelombang serangan sekitar 22 hingga 30 rudal balistik ke wilayah Israel, yang sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel dengan dukungan pasukan Amerika Serikat.
Pihak IDF menegaskan bahwa kerusakan pada pangkalan udara tersebut disebabkan oleh fragmen rudal pencegat, bukan akibat hantaman langsung rudal Iran.
Puing-puing dilaporkan jatuh di area hanggar non-operasional yang digunakan untuk menyimpan forklift dan peralatan teknis, tanpa menimbulkan korban jiwa atau mengganggu kemampuan operasional pangkalan.
Insiden di Pangkalan Udara Ramat David ini pertama kali terungkap melalui perbandingan citra satelit tanggal 5 Juni dan 8 Juni yang dirilis oleh perusahaan Soar, sebelum akhirnya diloloskan oleh sensor militer untuk dipublikasikan empat hari setelah kejadian.
Selain pencegatan rudal, jet tempur Angkatan Udara Israel juga melancarkan serangan balasan ke berbagai target militer di Iran, termasuk kompleks petrokimia di Mahshahr, baterai pertahanan udara, instalasi radar, serta fasilitas penyimpanan drone di dekat Bandara Mehrabad, Teheran.
Konflik yang melibatkan sekutu Iran, seperti kelompok Hizbullah di Lebanon dan kelompok Houthi di Yaman, terus menguji batas gencatan senjata yang diperantarai Pakistan pada 8 April lalu.
>>> Mayoritas Orang Tua Abai Pantau Aktivitas Digital Anak, Survei Ungkap Fakta Mengejutkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan baku tembak demi mencegah kerusakan wilayah yang lebih luas.
Ketegangan ini memicu perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai penanganan negosiasi dengan Teheran.