⌂ Beranda News Mayoritas Orang Tua Abai Pantau Aktivitas Digital Anak, Survei Ungkap Fakta Mengejutkan

Mayoritas Orang Tua Abai Pantau Aktivitas Digital Anak, Survei Ungkap Fakta Mengejutkan

Mayoritas Orang Tua Abai Pantau Aktivitas Digital Anak, Survei Ungkap Fakta Mengejutkan
Ilustrasi orang tua memantau aktivitas anak di internet
A A Ukuran Teks16px

Mayoritas orang tua belum aktif memantau aktivitas digital anak-anak mereka di tengah meningkatnya ancaman konten berbahaya di internet.

Sebuah survei mengungkapkan fakta bahwa hanya 1 dari 10 orang tua yang benar-benar mengawasi penggunaan internet anak mereka.

>>> Mensesneg: Belasan Ribu Dapur SPPG Akan Ditata Ulang, Bukan Langsung Ditutup

Sementara itu, 1 dari 5 orang tua milenial berusia 25 hingga 34 tahun menganggap aman jika anak-anak mereka membagikan foto diri secara online.

Survei yang dilakukan Virtual College menunjukkan adanya kesenjangan antara kekhawatiran orang tua dan tindakan nyata dalam mengawasi anak di dunia maya.

Data riset mendapati 13 persen orang tua melaporkan anak mereka pernah terpapar konten yang mendorong perbandingan tidak sehat atau memicu masalah citra tubuh.

Selain itu, 10 persen mengaku anak mereka pernah menjadi korban perundungan siber dan komentar negatif.

Anak-anak kini berinteraksi dengan algoritma yang dirancang untuk terus menarik perhatian serta mengikuti para influencer yang membentuk cara pandang mereka terhadap diri sendiri dan dunia.

Konten berbahaya tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali, sehingga perbandingan tubuh yang tidak sehat hingga komentar merendahkan bisa memengaruhi kesehatan mental anak tanpa disadari orang tua.

Keterlibatan Tenaga Kesehatan Diusulkan

Temuan survei ini muncul bersamaan dengan usulan penting dari Academy of Medical Royal Colleges mengenai perlunya panduan resmi bagi dokter dan tenaga kesehatan.

>>> Nova Arianto Pertimbangkan Mainkan Mathew Baker Lawan Australia di Semifinal

Lembaga tersebut menyatakan tenaga kesehatan perlu mulai mendeteksi tanda-tanda penggunaan media sosial yang tidak sehat atau tidak pantas pada anak-anak dan remaja yang mereka tangani.

Jika dokter dibekali panduan yang tepat, kunjungan medis rutin bisa menjadi momen untuk menangkap lebih awal dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan.

Pakar keamanan anak dari Virtual College, Mary-Ann Round, menegaskan bahwa temuan survei ini mencerminkan realitas yang tidak boleh diabaikan lebih lama lagi.

"Anak-anak muda tidak hanya sekadar menggunakan media sosial.

Pikiran mereka sedang dibentuk oleh algoritma, para influencer, dan berbagai arus konten yang mungkin tidak pernah sepenuhnya terlihat oleh orang tua," kata Mary-Ann Round.

Ia menambahkan bahwa jika para profesional kesehatan mulai secara rutin menanyakan tentang penggunaan media sosial kepada pasien muda, langkah tersebut bisa membantu mengungkap skala dan sifat paparan konten berbahaya yang selama ini sebagian besar tidak terdeteksi.

>>> PT Raharja Energi Cepu Akuisisi 20% Saham Madura Strait PSC

Survei ini menjadi pengingat bahwa pengawasan digital terhadap anak bertujuan untuk memastikan bahwa ruang digital yang mereka tempati setiap hari cukup aman untuk tumbuh kembang mereka.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru