Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax telah memicu keluhan dari kalangan masyarakat kelas menengah.
Kelompok ini merasakan beban pengeluaran harian yang kian berat di tengah lonjakan biaya hidup.
>>> Visa AS Ganggu Persiapan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026
PT Pertamina (Persero) resmi mengerek harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (10/6/2026) dini hari.
Kebijakan ini mengubah harga sebelumnya yang berada di angka Rp 12.300 per liter.
Kondisi antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak tersebut terpantau di kawasan Jatinegara pada Kamis (11/6/2026).
Demi menjaga performa mesin, sebagian warga tetap bertahan menggunakan RON 92, sementara sebagian lainnya mulai beralih memanfaatkan moda transportasi umum.
Aditya Prabowo (28), seorang pekerja swasta, menyatakan dirinya tetap membeli Pertamax walau harganya melonjak. Baginya, performa kendaraan akan terasa berbeda jika dipaksa menggunakan bensin jenis Pertalite.
"Kalau saya walaupun harga Pertamax naik tetap beli karena kalau pindah ke Pertalite mesin motor terasa beda," ujar Aditya pada Kamis (11/6/2026).
"Paling sekarang gantian saja, misalnya minggu ini naik transportasi umum, minggu depan naik motor.
Walaupun naik transportasi umum juga mahal karena kadang harus lanjut naik ojek online," lanjut dia.
Aditya berharap pemerintah dapat menimbang dampak kebijakan ini terhadap masyarakat luas. Ia memberikan perhatian khusus kepada para pengemudi ojek daring yang menggantungkan pendapatan di jalanan.
"Kasihan para driver online yang mata pencariannya dari hasil ngojek. Kalau bisa kebijakan seperti ini diumumkan lebih dulu dan tidak mendadak," katanya.
Keluhan senada diutarakan oleh Dewi Ratih (35), seorang karyawan BUMN.
Ia merasa kelompok masyarakat kelas menengah menjadi pihak yang paling tertekan karena tidak mendapatkan jaring pengaman sosial dari pemerintah.
"Jujur, capek melihat kebijakan-kebijakan yang menekan rakyat.
Kita kelas menengah tidak dapat bansos maupun insentif yang meringankan hidup, padahal kondisi kami juga tidak lebih baik dari yang dibayangkan.