⌂ Beranda News Iran Protes Penolakan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026

Iran Protes Penolakan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026

Iran Protes Penolakan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026
Timnas Iran berlatih jelang Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Penolakan visa oleh otoritas Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026 memicu kekecewaan mendalam dari penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi.

Kebijakan imigrasi ketat negara tuan rumah ini berdampak langsung pada persiapan tim.

>>> Sistem Tiket Ragunan Dikritik, DPRD DKI Minta Evaluasi Menyeluruh

Skuad Iran terpaksa memindahkan kamp latihan mereka dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.

Hal ini terjadi setelah 14 anggota staf, termasuk Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Mohammed Nabi, ditahan dan dilarang melintasi perbatasan.

Taremi menilai kebijakan ketat dari negara penyelenggara telah merusak esensi keramahtamahan dari turnamen sepak bola akbar empat tahunan tersebut.

"Saya sudah mengikuti tiga Piala Dunia dan mereka selalu mengatakan begitu Anda turun dari pesawat dan memasuki negara tuan rumah, ada suasana unik yang penuh keramahan dan semangat global," ujar Taremi.

Penyerang Inter Milan ini menambahkan bahwa situasi di lapangan saat ini sangat berbeda dari pengalaman turnamen yang pernah ia ikuti sebelumnya.

"Sayangnya, saya tidak merasakannya saat ini. Ada banyak ketegangan saat ini di Piala Dunia ini," katanya.

Taremi merasakan atmosfer yang kurang kondusif tersebut muncul akibat hambatan administratif yang dialami oleh delegasi negaranya.

"Anda bisa merasakannya di atmosfer dan sayangnya, itu karena tindakan seperti penolakan visa. Mungkin itu hanya perasaan pribadi saya," tambahnya.

Manajemen Federasi Sepak Bola Iran menegaskan pentingnya kelengkapan seluruh elemen tim demi performa maksimal di turnamen.

"Tim ini tidak hanya terdiri dari para pemain dan pelatih, tetapi juga orang-orang pendukung, staf teknis, manajemen. Kita semua adalah satu tim," timpal Mehdi Mohammed Nabi.

Federasi menyatakan komunikasi intensif terus dilakukan bersama badan pengatur sepak bola dunia demi mencari jalan keluar.

"Jadi FIFA, kami masih mengupayakan visa tersebut. FIFA telah mengakui hal itu, dan kami masih menyelidikinya.

Mudah-mudahan masalah ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Nabi.

Nabi menekankan bahwa prinsip kesetaraan harus dijunjung tinggi dalam ajang olahraga internasional tanpa ada pemisahan perlakuan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru