Sistem pembelian tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi sorotan publik. Banyak pengunjung mengeluhkan proses pembelian tiket secara langsung yang dinilai kurang praktis dan fleksibel.
Keluhan utama muncul karena pengunjung yang belum memiliki JakCard harus membeli kartu tersebut terlebih dahulu secara tunai.
>>> 22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Intimidasi dan Pembunuhan Global
Hal ini sebelum mereka dapat melakukan transaksi masuk ke kawasan wisata milik Pemprov DKI Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyoroti kondisi ini dan meminta pengelola Ragunan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembayaran yang ada.
Kenneth menegaskan bahwa digitalisasi transaksi di kawasan wisata Pemprov DKI Jakarta seharusnya mempermudah masyarakat, bukan justru menghambat.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan ini tidak hanya soal kemudahan akses pembayaran, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.
Menurutnya, praktik yang terkesan mengkondisikan pengunjung untuk membayar tunai karena sistem yang kaku perlu dievaluasi serius.
Sistem tunai memiliki risiko lebih tinggi terhadap kebocoran penerimaan daerah dan membuka ruang penyimpangan.
>>> Harga Pertamax Naik, Keluhan Muncul dan Potensi Migrasi ke Pertalite
Kenneth menekankan bahwa seluruh transaksi pelayanan publik harus tercatat secara elektronik agar dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
Penggunaan sistem pembayaran digital juga penting untuk meminimalkan potensi kehilangan pendapatan daerah.
Ia juga menyoroti terbatasnya opsi pembayaran yang tersedia bagi pengunjung Ragunan. Di tengah kebiasaan masyarakat yang akrab dengan transaksi digital, pengelola perlu menyediakan lebih banyak alternatif pembayaran.
Kenneth membandingkan sistem pembayaran di Ragunan dengan kawasan wisata Ancol yang telah menyediakan berbagai pilihan transaksi.
Ia mendorong Pemprov DKI Jakarta dan pengelola Taman Margasatwa Ragunan untuk segera menghadirkan sistem pembayaran yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses.
Kenneth akan meminta penjelasan dari pengelola maupun dinas terkait mengenai sistem pembayaran yang berlaku saat ini, termasuk mekanisme pengelolaan dan pencatatan seluruh penerimaan.
>>> Visa AS Ganggu Persiapan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026
Ia menegaskan bahwa Ragunan sebagai destinasi wisata favorit harus mengedepankan prinsip pelayanan publik yang mudah, transparan, dan akuntabel.