⌂ Beranda News Kementerian ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jabodetabek Akibat Batu Bara Menipis

Kementerian ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jabodetabek Akibat Batu Bara Menipis

Kementerian ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jabodetabek Akibat Batu Bara Menipis
Ilustrasi SPBU Pertamina dengan logo Pertamax
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah bahwa pemadaman listrik bergilir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) disebabkan oleh menipisnya stok batu bara.

Pemadaman yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) disebut akibat gangguan teknis.

>>> KPK Periksa Heri Setiyono soal Kontainer Tanjung Mas

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

"Tidak ada batu bara menipis," ujar Anggia. Ia juga mengklarifikasi bahwa kabar mengenai rencana pemadaman lanjutan yang beredar di masyarakat adalah informasi yang keliru.

"Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman, itu juga tidak benar. Dipastikan tidak benar," tegas Anggia.

Kementerian ESDM memastikan ketersediaan bahan bakar pembangkit tetap aman meskipun proses penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara masih berjalan.

>>> XLSmart dan Komdigi Luncurkan Fitur DigiHer di Aplikasi Sisternet

"Apalagi Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap, ya," kata Anggia.

Bantahan ini muncul setelah keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang melanda sebagian Jabodetabek selama sepekan terakhir dengan durasi bervariasi.

Selain Jabodetabek, gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di Cianjur (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), hingga Madura (Jawa Timur).

Kondisi ini sempat memicu spekulasi publik mengenai krisis pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

>>> Pemain Timnas Jerman Biayai Bus untuk 600 Suporter ke Piala Dunia 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menerapkan relaksasi kuota produksi batu bara guna merespons lonjakan harga komoditas global yang dipicu konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru