PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.
Kenaikan berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026.
>>> Paragon Wardah Buka Beasiswa Program Ri'aya 2026 di Qatar untuk Perempuan Muda
Kebijakan ini diambil setelah Pertamina berkoordinasi dengan Danantara Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Lonjakan harga minyak mentah global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 menjadi pemicu utama.
Alasan Kenaikan Harga Pertamax
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa ketegangan politik di Timur Tengah memberi tekanan besar pada pasar minyak dunia.
Dampaknya secara otomatis memengaruhi skema harga energi domestik.
"Kondisi geopolitik ini berlangsung sangat berdampak, mempengaruhi harga minyak yang sangat kuat jadinya. Makanya juga berdampak terhadap harga minyak di Tanah Air, khususnya BBM non-subsidi," ujar Dwi Anggia.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian harga tidak dapat dihindari karena komponen penentu harga Pertamax meliputi biaya pasar, distribusi, penyimpanan, hingga pajak.
Pemerintah menganggap langkah ini krusial agar operasional tetap berjalan seimbang.
"Jadi kenaikan atau penyesuaian (harga Pertamax) yang dilakukan sekarang ini sebenarnya masih jauh di bawah harga keekonomian," kata Dwi Anggia.
Menurutnya, harga Pertamax saat ini masih lebih rendah dibandingkan harga BBM sejenis di negara tetangga yang berkisar Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.
Menahan harga di bawah nilai keekonomian terlalu lama berisiko mengganggu stabilitas finansial Pertamina.
"Ini adalah pilihan terbaik jalan tengah, agar dua-duanya bisa survive," ujar Dwi Anggia.
BBM Subsidi Tidak Naik
Pemerintah memastikan tidak mengubah tarif BBM subsidi demi melindungi masyarakat rentan. Keputusan ini merupakan instruksi langsung dari jajaran kepresidenan kepada otoritas terkait.
"Arahan dari Presiden jelas kepada Pak Bahlil, bahwa kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin, yang paling terdampak, yang banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini yang harus dijaga.
Maka BBM subsidi dijaga untuk tidak naik," kata Dwi Anggia.