UMKM yang baru bergabung akan diarahkan mengisi scoring di Link UMKM. Hasilnya menjadi rapor awal yang memetakan tiga aspek terunggul dan tiga aspek terendah dari usaha tersebut.
"Kami akan mengarahkan mereka untuk fokus mengikuti pelatihan pada 3 aspek terendah tersebut. Setelah itu, kami menyiapkan program pelatihan dengan mengundang narasumber yang ahli expert di bidangnya," terangnya.
Jajang menambahkan bahwa bersama BRI, UMKM tak hanya tumbuh tetapi juga bertransformasi menuju ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan.
"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya.
Hingga tahun 2026, Rumah BUMN BRI di bawah naungan BRI KC S Parman telah menaungi sekitar 11.000 UMKM.
Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 UMKM aktif mengikuti program pelatihan dan pendampingan.
"Tingkatannya terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Sebenarnya, kelas Go Digital itu ditujukan untuk mendorong UMKM agar siap menguasai pasar global.
>>> Argentina Hadapi Kutukan Ranking 1 FIFA di Piala Dunia 2026
Namun, karena tidak semua jenis produk bisa diekspor ke luar negeri, fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan proses digitalisasi," pungkasnya.