⌂ Beranda News Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Perkuat Ekosistem Emas Digital

Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Perkuat Ekosistem Emas Digital

Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Perkuat Ekosistem Emas Digital
Penandatanganan kerjasama Pegadaian dan KSEI
A A Ukuran Teks16px

PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Jumat (12/6/2026).

>>> FIFA Siapkan Teknologi AI untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026

Langkah ini menandai tonggak baru bagi ekonomi nasional terkait penerapan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada semester II tahun 2026.

Penandatanganan dan Otoritas Baru

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti.

Acara disaksikan oleh Kepala Departemen Perizinan Kelembagaan dan Profesi Pelaku OJK Ridwan, serta jajaran direksi BEI dan KPEI.

OJK telah memberikan persetujuan atas permohonan Pegadaian pada 27 April 2026. Dengan status baru ini, Pegadaian berwenang mencatat EGR langsung ke sistem C-BEST milik KSEI.

EGR emas adalah bukti kepemilikan emas digital yang dijamin emas fisik dan diadministrasikan oleh Pegadaian selaku penyedia berizin usaha bullion dari OJK.

Bergabungnya Pegadaian menambah total Pemegang Rekening KSEI menjadi 124 instansi pada 2026.

Pertumbuhan Investasi Emas

Inovasi ini diperkuat performa investasi emas yang tumbuh 56,7 persen dalam denominasi Rupiah sepanjang 2025.

Data OJK menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedelapan produsen global dengan volume 132,5 ton dan peringkat keenam dunia untuk sumber daya emas mencapai 2.600 ton.

Survei internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi menempatkan ETF berbasis emas sebagai produk paling menarik.

>>> Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara

Jumlah investor pasar modal meningkat dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025, dan melonjak hingga 28,19 juta per 8 Juni 2026.

Selfie Dewiyanti menyatakan sinergi ini merupakan langkah strategis memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi dan menyiapkan infrastruktur bagi ekosistem bullion Indonesia.

Pegadaian berkomitmen mengoptimalkan peran demi menjaga kepercayaan investor.

Kerja sama operasional mengacu pada Surat Keputusan Direksi KSEI Nomor KEP-0014/DIR/KSEI/0224. Selfie menegaskan setiap gram emas digital didukung penuh oleh fisik emas di brankas Pegadaian.

KSEI terus mengembangkan kapasitas sistem digital untuk infrastruktur yang andal. Pegadaian juga berpeluang mengoptimalkan peran di pasar modal melalui aktivitas pinjam meminjam efek.

Mekanisme pencatatan langsung ke C-BEST berfungsi sebagai mitigasi risiko untuk memastikan presisi aset fisik.

Pegadaian juga menjadi enabler fitur produk ETF Emas yang dapat dijadikan agunan melalui Pegadaian Gadai Efek sejak 2019.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi talkshow interaktif menghadirkan panelis dari Pegadaian, analis perbankan, dan BEI, dengan KSEI sebagai moderator.

Samsul Hidayat menambahkan bergabungnya Pegadaian relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai perluasan pilihan produk investasi.

>>> Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Prima Pramac Livery

Produk inovatif ini diharapkan menjadi jembatan investasi yang aman bagi masyarakat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru