Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) mengadakan serangkaian rapat maraton di Jakarta sejak Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026).
Langkah ini diambil untuk mengevaluasi gangguan pemadaman listrik yang terjadi di beberapa area di Jawa dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
>>> Lionel Messi Berpeluang Pecahkan Enam Rekor di Piala Dunia 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin langsung pertemuan pertama dengan jajaran PLN pada hari Kamis.
Rapat kemudian dilanjutkan antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan direksi perusahaan pelat merah tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menegaskan bahwa koordinasi intensif terus berjalan di kantor kementerian untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan.
"Hari kemarin juga ada pertemuan, Pak Menteri dengan PLN, terus hari ini kayaknya Pak Dirjen (Ketenagalistrikan) juga lagi ada rapat dengan direksinya (PLN)," ujar Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Kementerian ESDM juga memastikan pasokan bahan baku pembangkit listrik tidak mengalami kendala.
>>> DPR Minta Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah
Volume pemenuhan kebutuhan batu bara untuk PLN telah ditetapkan secara terencana sejak awal tahun.
"Secara umum sih nggak ada (isu kekurangan pasokan batu bara) seharusnya nggak ada. Kan sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," terangnya.
Pemerintah optimistis persoalan kelangkaan stok komoditas energi primer seperti yang pernah terjadi pada tahun 2022 tidak akan terulang.
"Enggak, InsyaaAllah sih enggak (terulang krisis pasokan). Kan Pak Menteri kemarin kan sudah menyampaikan pernyataan," ujarnya.
Sebelumnya, respons cepat terkait gangguan sistem kelistrikan juga disampaikan oleh pemerintah menyusul pemadaman yang sempat melanda sejumlah titik di Pulau Jawa.
>>> Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara Akibat Drone
"Kemarin memang ada, belum maksimal. Ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).