Masa depan penyerang Timnas Mesir, Mohamed Salah, di Liverpool kembali memicu spekulasi setelah pemecatan pelatih Arne Slot.
Hal ini terjadi menjelang pertandingan pembuka Mesir melawan Belgia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
>>> Harga Bitcoin 13 Juni 2026 Menguat Tipis ke 63.570 Dollar AS
Langkah pemecatan Arne Slot membuka kemungkinan bagi Salah untuk membatalkan keputusannya hengkang dari Anfield.
Kerja sama Salah dan Liverpool sebelumnya dinyatakan berakhir melalui kesepakatan bersama setelah kompetisi Premier League 2025/2026 usai.
Kiper Timnas Mesir, Ahmed El-Shenawy, mengungkapkan pembicaraan pribadinya terkait masa depan sang penyerang yang kini belum mengumumkan klub barunya.
"Ia menghabiskan waktu yang sangat lama di sana.
Ia sudah terbiasa dengan klub itu, memberikan segalanya untuk mereka, menjalani banyak momen bahagia di sana, dan memenangkan banyak trofi," kata El-Shenawy.
El-Shenawy menilai keputusan berpisah tersebut secara emosional tetap memberikan pengaruh yang normal bagi Salah.
"Tentu saja kepergiannya akan memencerahinya. Itu hal yang normal," ucap El-Shenawy.
Kiper skuad Mesir itu menambahkan bahwa situasi kepindahan Salah masih berpeluang untuk berbalik arah.
"Tapi, siapa yang tahu? Mungkin saja keadaan berubah dan ia tetap bertahan.
Tidak ada yang tahu," ujar El-Shenawy.
Hingga kini, sang pemain bintang disebut belum mengambil ketetapan final mengenai pelabuhan berikutnya.
"Sejujurnya, saya masih belum tahu. Itu yang ia katakan kepada saya.
Jadi, saya benar-benar tidak tahu ke mana ia akan pergi. Ia belum membuat keputusan," ungkap El-Shenawy.
Spekulasi bertahannya Salah langsung ditanggapi oleh perwakilan resminya demi menjaga ketenangan situasi internal pemain.
>>> Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor 2026
"Mohamed baik-baik saja dan baik saya maupun dirinya tidak suka membahas rencana masa depan yang sensitif dengan orang-orang yang tidak terlibat di dalamnya," tulis Abbas, agen Mohamed Salah.
Pihak agen menegaskan bahwa kerahasiaan proses negosiasi atau masa depan kliennya merupakan prioritas utama.
"Kami berdua sangat menjaga privasi dalam hal-hal seperti ini. Ya, orang-orang bisa saja bertanya dan mungkin mendapat jawaban sopan yang standar, tetapi hanya itu," kata Abbas.