Penyerang tim nasional Prancis, Ousmane Dembele, memberikan pembelaan kepada kaptennya, Kylian Mbappe. Mbappe saat ini menjadi sasaran kritik tajam mengenai sikap dan gaya kepemimpinannya.
Kritikan terhadap Kylian Mbappe mencuat setelah Real Madrid gagal meraih trofi besar, melewati dua musim beruntun tanpa gelar utama selain Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental.
>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Bertahap
Sorotan terbesar untuk Mbappe di Real Madrid berpusat pada kontribusi bertahan serta etos kerjanya. Kehadiran sang pemain dituding mengganggu keseimbangan tim dan dianggap mendominasi peran pelatih.
Sejumlah suporter Real Madrid menuduh Mbappe sebagai penyebab pemecatan Xabi Alonso. Ia juga dinilai bertindak berlebihan terhadap Alvaro Arbeloa setelah mengeklaim hanya dijadikan opsi penyerang keempat.
Gelombang kritik ini semakin membesar seiring keberhasilan mantan klubnya, Paris Saint-Germain, menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut. PSG dinilai tampil lebih solid setelah kepergian Mbappe.
Kualitas Kylian Mbappe sebagai kapten timnas Prancis juga tidak luput dari pertanyaan. Ia dianggap belum mampu mengomandoi tim secara optimal, terutama dalam situasi sulit di lapangan.
>>> Spekulasi Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool Menguat Pasca Pemecatan Slot
Pembelaan Dembele
Dembele menilai kritikan yang ditujukan kepada Mbappe sangat tidak adil. Ia merasa beberapa orang terlalu berlebihan dalam memberikan kritik.
"Dia pemain yang luar biasa dan orang yang sangat baik di luar lapangan. Beberapa orang melebih-lebihkan kritik karena dia Kylian Mbappe.
Mereka tak seharusnya mengincarnya," ujar Dembele kepada Marca.
Dembele menambahkan bahwa hal-hal kecil yang dikritikkan kepada Mbappe, seperti mengikat tali sepatu atau meninggikan kaus kaki, sudah berlebihan.
>>> Harga Bitcoin 13 Juni 2026 Menguat Tipis ke 63.570 Dollar AS
"Dia masih manusia biasa. Dengan tim nasional, dia sangat baik ke kami, dia pemimpin," tegasnya.