Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya mempercepat pembangunan dan perluasan jaringan kereta api nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Peningkatan infrastruktur perkeretaapian ini diarahkan untuk mempermudah pergerakan masyarakat serta memperkuat distribusi logistik nasional. Melalui sistem transportasi yang aman dan ramah lingkungan, pemerintah berupaya menekan biaya logistik nasional.
>>> Amerika Serikat Cukur Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Selain itu, perluasan jaringan rel menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya yang kerap mengalami kendala kapasitas dan kemacetan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi.
Ini juga merupakan upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah.
Data Kemenhub menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus meningkat.
Jumlah penumpang kereta api tumbuh 8,8 persen, dari 500,5 juta orang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang sepanjang 2025.
Saat ini, total jaringan kereta api aktif di Indonesia telah mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.
Pemerintah menargetkan panjang jalur ini meningkat hingga 10.524 kilometer pada masa mendatang, termasuk untuk transportasi perkotaan.
Pemerintah memetakan pengembangan jalur kereta api berdasarkan kebutuhan spesifik tiap daerah. Di Sumatera, jalur rel difokuskan untuk angkutan barang dan mobilitas warga.
Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, fokusnya adalah distribusi komoditas unggulan.
>>> Matahari Buatan China Lampaui Batas Greenwald, Buka Jalan Energi Fusi
Sejumlah proyek prioritas yang kini berjalan meliputi Trans Sumatera, kereta logistik Kalimantan, serta penyelesaian operasional Kereta Api Makassar-Parepare.
Di Pulau Jawa, fokus diarahkan pada peningkatan kapasitas perkotaan, elektrifikasi, serta kereta cepat dan semi cepat.
Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian Pulau Sumatera, terus dilakukan.